Beranda Nasional PB IDI: Dr. TAP Masih Berstatus Sebagai Anggota IDI

PB IDI: Dr. TAP Masih Berstatus Sebagai Anggota IDI

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyesalkan tersebarnya surat keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang bersifat internal dan rahasia sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hal tersebut di sampaikan Ketua Umum PB IDI, Prof. Ilham Oetama Marsis, Sp. OG Saat konferensi pers terkait dengan keputusan MKEK terhadap DR. Dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (Dr. TAP) mengenai terapi DR. TAP diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Kantor PB IDI, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, senin (09/04)

Menurutnya, MKEK adalah unsur di dalam PB IDI yang bersifat otonom berperan dan bertanggung jawab mengatur kegiatan internal organisasi dalam bidang etika kedokteran. Bahwa keputusan MKEK yang bersifat final untuk proses selanjutnya di rekomendasi kepada PB IDI.

Dijelaskan Ilham, bahwa tindakan terapi dengan menggunakan metode Digital Subtraction Angiogram atau lebih dikenal oleh awam dengan sebutan BrainWl Wash telah menimbulkan perdebatan secara terbuka dan tidak pada tempatnya di kalangan dokter.

Hal ini kata dia, lebih menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat serta berpotensi menimbulkan perpecahan dikalangan dokter.

Lebih lanjut di katakan Prof. Ilham, Berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2011 yang selanjutnya dirubah dengan Perpres Nomor 111 tahun 2013 yang selanjutnya diubah dengan Perpres Nomor 19 tahun 2016 serta berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 71 tahun 2013 yang selanjutnya dirubah dengan Permenkes nomor 23 tahun 2017 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional dalam rangka menjalani kendali mutu dan biaya penilaian teknologi kesehatan dilakukan oleh Tim Head Teknologi Assessment (HTA) yang dibentuk oleh menteri kesehatan.

“Berdasarkan ART IDI pasal 8 terkait pembelaan anggota IDI maka PB IDI telah melaksanakan forum pembelaan terhadap DR. Dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (Dr. TAP). Pada tanggal 6 April 2018.”tegas Prof. Ilham.

Menindaklanjuti hal di atas berdasarkan anggaran dasar isi pasal 17 butir 4 dan anggaran rumah tangga IdI pasal 18 ayat 1 butir c yang memberikan kewenangan kepada ketua umum PB IDI maka dilaksanakan rapat majelis pimpinan pusat MPP pada tanggal 8 April 2018 yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan pusat yaitu ketua umum PB IDI, ketua MTK, Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI) bahwa PD IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu.

Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dr. TAP masih berstatus sebagai anggota IDI. Selain itu PP merekomendasikan penilaian terhadap tindakan terapi dengan metode DSA/Brain Wash dilakukan oleh tim head teknologi assesement (HTA) Kementerian Kesehatan RI.(Dayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here