Beranda Hukum Paska 700 Hari Kasus Novel Baswedan : HMI Pertanyakan Kerja Polri Tangani...

Paska 700 Hari Kasus Novel Baswedan : HMI Pertanyakan Kerja Polri Tangani Kasus Novel

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Paska 700 hari kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan belum juga terungkap. Himpunan Mahasiswa menggelar mosi tidak percaya penegak hukum dan penyidik yang dibentuk polri dalam pengusutan kasus Novel Baswedan.

Daut Loilatu Ketua Bidang Hukum & HAM HMI Cabang Jakarta Pusat – Utara menyatakan, Semenjak kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan masih menyimpan misteri dalam pengusutan kasus tersebut. Bahkan
Daut pun mencurigai ada skenario yang masih ambang dalam penelusuran pelaku penyiraman tersebut.

Pun juga, pihaknya mempertanyakan keseriusan Polri dalam mengungkap kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pasalnya polisi begitu luar biasa lihai dalam menangkap orang-orang yang diduga kuat terkait jaringan terorisme. Namun hal tersebut tidak serupa dalam kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

“Kami mencurigai ada pelaku yang di skenariokan dan dilindungi dari kasus ini. Bayangkan saja ketika kasus Terorisme cepat dan tuntas di tangani. Hal tidak serupa kasus novel Baswedan hingga paska 700 hari ini” Kata Daut saat konferensi pers di mie Aceh Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (20/03/19)

Hal yang membuat aneh adalah berbagai saksi terus dihadirkan dan diminta keterangannya. Akan tetapi, hasil penyelidikan tersebut masih belum juga bisa mengungkap siapa dalang atau sutradara di balik kasus penyiramanan tersebut.

Apakah wasit Ikut bermain dalam kasus penyiraman Novel Baswedan dan siapakah dia ?” Tanya Daut lagi

Terkait kasus Novel Baswedan, Daut menyebut Presidien RI Joko widodo seperti ada sesuatu yang menimpanya apalagi beliau memiliki beban dalam bidang hukum dan HAM.

“Terlepas dari soal intervensi, kasus Novel tetap menjadi potret buram dalam lima tahun pertama Jokowi sebagai Presiden” Ciutnya

“Komitmen pak Presiden Joko Widodo soal HAM menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan. Dan kami Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengingatkan Komnas HAM kembali untuk memastikan sudah sejauhmana kinerja Polri dalam mengusut kasus ini. Apakah sudah tertangani atau tidak” Sambungnya

Karna itu, Daut dan pihaknya mendesak Presiden dan Kapolri Tito Karnavian serta Komnas HAM guna mengambil langkah tegas, cepat dan efisien untuk membongkar pelaku atau dalang intelektual yang bersembunyi di balik penyiraman air keras tersebut.

“Pak presiden jangan hanya mengkampanyekan tidak pelanggan Hukum & HAM padahal Kasus novel Baswedan di masa pemerintahannya masih menjadi misteri Hukum hingga saat ini” Pungkasnya.(Imf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here