Beranda Politik PA 212: Apapun Syarat yang Diajukan Kubu Prabowo Harus Dihormati

PA 212: Apapun Syarat yang Diajukan Kubu Prabowo Harus Dihormati

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, yang menawarkan rekonsiliasi adalah pihak 01 Joko Widodo (Jokowi), sehingga apapun syarat yang diajukan oleh kubu Prabowo Subianto, harus dihormati.

Hal itu disampaikan Novel Bamukmin menanggapi pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko soal kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia sebagai salah satu syarat rekonsiliasi pascapilpres antara Jokowi dan Prabowo.

Sebelumnya, Moeldoko menyebut bahwa Habib Rizieq ke Arab Saudi atas kemauan sendiri dan tidak ada yang mengusir. Karenanya ia menyarankan supaya Imam Besar FPI itu pulang sendiri ke Tanah Air dan tak perlu ribut-ribut apalagi dikaitkan dengan rekonsiliasi.

Menurut Novel Bamukmin, pernyataan Moeldoko itu telah memprovokasi, melecehkan ulama dan membangun permusuhan.

“Jelas rekonsiliasi adalah keinginan pihak 01 ke 02 dan 02 memberikan syarat, dan syarat apapun harus dihormati, setuju atau tidak setuju,” kata Novel Bamukmin, Rabu (10/7/2019).

“Bukan justru malah membuat provokasi dengan melecehkan ulama. Ini jelas sangat membangun permusuhan disaat situasi politik masih memanas malah menjadi bertambah panas,” sambungnya.

Selain itu, tokoh FPI ini juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah supaya tidak mengkriminalisasi ulama dan para aktivis, serta tidak menghalangi kepulangan Habib Rizieq ke Tanah Air.

“Harapan saya agar Moeldoko dan para petinggi di negara ini untuk stop kriminalisasi ulama, aktivis dan tokoh, juga stop pencekalan HRS yang dilakukan di Saudi Arabia, agar HRS bisa kembali ke Tanah Air,” ucap dia.

“Umat Islam Indonesia perlu ulama yang istiqomah untuk bisa membawa bangsa ini memperjuangkan keadilan,” tutur Novel Bamukmin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here