Opini

Beranda Opini

Infrastruktur Akhir Zaman

0

Seri II

Oleh : Salamuddin Daeng
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Apakah kalian mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main. (Asy-Syu’ara’: 128)

***
Pendanaan infrastruktur dengan menggunakan utang sampah dan uang sampah dalam jumlah besar produk pasar keuangan global akan membawa akibat pada peningkatan level keuangan global, yang saat ini sedang berhadapan dengan tiga masalah fundamental yang tidak mungkin terselesaikan tanpa ada sebuah guncangan dan perang besar.

Krisis tersebut yakni ;

Pertama : krisis overproduction yakni kelebihan kapasitas produksi global yang tidak akan mampu diserap oleh pasar. Kondisi ini akibat efesiensi luar biasa dari industri, penggunaan tehnologi, dan penemuan penemuan baru yang mampu memompa produksi namun menekan penggunaan tenaga kerja dan upah.

Hampir seluruh sektor mengalami overproduksi baik pangan, energi, besi baja, elektronik, outomotif, tekstil dan lain sebagainya. Produk produk tersebut melimpah namun npada sisi lain pasar tidak dapat menyerapnya. Sementara upaya peningkatan kapsaitas pasar dengan mendorong perdagangan bebas, pembukaan pasar, tidak mendapat hasil yang significant.

Dalam kasus Indonesia overproduksi global telah memukul industri nasional akibat liberalsiasi perdagangan, penghapusan seluruh hambatan atau barrier seperti tarif dan proteksi. Dalam kasus Indonesia memang ada  penomena lain yakni meskipun harga barang kebutuhan hidup pada tingkat global menurun namun di indonesia jsutru meningkat. ini menunjukkan level pengurasan ekonomi rakyat di Indonesia yang sangat intensif jauh lebih dalam dibandingkan negara dan kawasan lain.

Krisis overproduksi mengakibatkan pertarungan yang semakin keras antara perusahaan dalam merebut pasar, pertarungan keras negara negara dalam merebut pasar bagi perusahaan perusahaan mereka, overproduksi mendorong negara negara kembali pada protecsionisme seperti yang dijalankan oleh China dengan politik perdagangan, Inggris dengan Brexit dan Amerika Serikat dengan buy americant product dan Eropa dengan Buy Erupean Act.

Krisis fundamental kedua adalah ; krisis underconsumption yakni daya beli masyarakat yang jatuh. Pada tingkat global terjadi kemiskinan detimpangan yang luar biasa di berbagai negara. Lebih dari 1.5 miliar penduk bumi jatuh dalam kemiskinan. Di indonesia kekayaan 4 orang setara dengan 100 juta penduduk.

Logika jatuhnya daya beli adalah bukti dari underconsumption dalam ekonomi indonesia. Keadaan ini akan berlangsung lama dalam tempo yang panjang. Semetara pemerintah tidak memiki sumber daya yang memadai untuk memompa daya beli. Akibatnya industri tutup, banyak perusahaan gulung tikar. Kondisi ini akan semakin memperburuk kondisi daya beli.

Underconsumption disebabkan oleh pengangguran yang semakin meluas diseluruh negara. Sehingga isue creat job menjadi isu utama yang diusung oleh para politisi di seluruh dunia dalam memenangkan pemilihan baik presiden maupun anggota parlemen. Namun sejauh ini
belum menunjukkan hasil. Pengangguran malah semakin bertambah.

Sementara sumber penghidupan petani dari agricuktural telah direbut oleh perusahaan pangan besar. Pangan global yang melimpah hanya dipasok oleh tidak lebih dari 10 perusahaan pangan raksasa global dari negara negara industri maju. Akibatnya petani kehilangan lapangan pekerjaan dan pasar produk petani direbut oleh perusahaan raksasa.

Akhirnya petani dan buruh serta kaum miskin kehilangan kemampuan dalam membeli barang dan jasa yang mereka perlukan padahal barang dan jasa tesebut melimpah di pasar mengisi ritel ritel dan outlet outlet dengan
minim sekali pembeli.

krisis fundamental ketiga adalah ; krisis over accumulation yakni melimpahnya uang sampah dan utang sampah hasil produk pasar keuangan dan perdagangan utang. krisis ini mengakibatkan ekonomi tidak dapat bergerak dalam sektor riel. Ibaratnya mau menghasilkan barang tapi barang sudah melimpah. Mau mendorong orang berbelanja tapi daya beli sudah tidak ada. Mau menurunkan harga tapi tidak mungkin dibawah ongkos  produksi. Mau menggratiskan tapi tidak mungkin karena itu bisa membunuh kapitalisme. jadi tidak ada jalan keluarnya.

Akibatnya ekonomi bergerak di sektoe keuangan seperti spekulasi mata uang, bursa saham atau pasar modal, perdagagan utang, dan penciptaan berbagai produk derivatif sektor keuangan. Ekonomi bergerak dengan logika money to money, uang langsung memproduksi uang. Uang tidak lagi butuh landasan produksi barang dan jasa jasa.

Sementara sisi lain Dollar Amerika Serikat semakin independen baik terhadap emas, minyak maupun terhadap neraca perdangan AS. Negara ini defisit perdagangan dan neraca primer tapi pencetakan uang dolar semakin gila gilaan. Tidak hanya Amerika serikat, negara negara lain mencetak utang bahkan hingga melebihi PDB mereka. Membiayai negara dengan utang. Utang dibuat tanpa ada lagi landasan atau pijakan ekonominya. Demikian juga dengan perusahaan, mereka sibuk memproduksi utang. Sehat tidak nya sebuah perusahaan ditentukan oleh rating utang mereka.

Negara negara yang kita kenal kaya seperti Amerika Serikat, Jepang, China dan negara negara Eropa adalah negara penghutang besar. Utang negara negara tersebut sudah tidak dapat diketegorikan masuk akal. Utang tersebut tidak mungkin terbayarkan. Demikian juga dengan perbankkan dan perusahaan di seluruh negara kaya hidup diatas utang menggunung.

Maka terjadilah buble finance. Utang global sudah lebih dari 150% PDB global. Sedangkan produk pasar keuangan nilainya 10 kali lebih besar dibandingkan PDB dunia. PDB dunia berada pada angka 60 triliun dolar tapi produk keuangan membengkak mencapai 600 triliun dolar. jika utang runtuh maka pasar keuangan runtuh. sehingga untuk bertahan dari keruntuhan maka harus diciptakan gelembung keuangan yang baru.

Itulah mengapa ada pembangunan infrastruktur skala besar. pembangunan infrastruktur skala gila semacam itu merupakan strategi akumulasi lebih lanjut untuk memproduksi uang sampah, memperoduksi utang sampah sebagai sumber untuk menopang
peradaban manusia sekarang yang tengah membusuk.

Cepat atau lambat gelembung gas keuangan ini akan pecah. Semakin besar gelembung keuangan semakin keras ledakannya, membakar dan melelehkan benda benda di sekelilingnya. Semakin besar infrastruktur yang dibangun, semakin keras keruntuhan bangunan itu dan semakin luas bagunan bangunan lain yang ikut runtuh.(*)

Infrastruktur Akhir Jaman

0

 

Oleh : Salamuddin Daeng.
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di
negeri-negeri lain. (QS. Al Fajr, 89: 6-8)

Masalah terbesar yang dihadapi umat manusia sekarang ini adalah bukan kelangkaan infrastruktur, namun adanya upaya peningkatan level krisis keuangan dengan menggunakan mega proyek infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dewasa ini semakin marak, tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di negara negara industri maju, namun juga di negara negara berkembang, negara miskin dan negara paling miskin.

Berbagai project infrastruktur seperti pelabuhan, airport, kereta cepat, tol tol, telekomonikasi, bahkan fasiltas ekspedisi luar angkasa. McKinsey dalam study di bulan June 2016 diperkirakan sekitar US$3.3 trillion atau sekitar Rp. 44.550 triliun yang diperlukan dalam investasi infrastruktur hingga 2030 untuk mendorong pertumbuhan.

Anehnya pembangunan infrastruktur ini terjadi ditengah krisis ekonomi global, penduduk miskin di dunia bertambah semakin pesat, pengangguran semakin luas, daya beli sebagian besar penduduk dunia merosot, negara negara menghadapi masalah utang yang sangat besar. Demikian juga dengan perusahaan perusahaan mengahadapi utang yang sangat besar.

Utang global yang terbentuk sampai dengan saat ini mencapai USD 130 triliun, atau mecapai rata rata 220 % dari Gross Domestic Produk (GDP) yang saat ini hanya sebesar USD 60 triliun dolar .

Namun pembangunan infrastruktur terus di dorong, pembangunan property semakin merajalela, sumber dananya dari mana ? dari utang yang sangat besar. Pembangunan infrastruktur dijadikan sebagai landasan
menciptakan pasar utang, menciptakan ruang bagi pasar investasi, menciptakan pasar bagi barang dan jasa jasa yang berlebih.

Pembangunan mega proyek Infrastuktur, property, diibaratkan membangun mall mewah ditengah pemukiman kaum miskin. Pembangunan ini sama sekali tidak mengharapkan orang miskin akan membelanjakan uangnya untuk membeli tas tas bernilai ratusan juta sepertui Gadino Bag, Louis Vuitton, sepatu sepatu berharga miliaran rupiah seperti Air Jordan Silver Shoes, Testoni Dress Shoes, dan benda benda mahal lainnya.

Pembangunan infrastruktur hanya membangun bangunan untuk permainan pasar keuangan yang saat ini telah bernilai USD 600 triliun atau 6 kali lebih besar dari PDB Global. Infrasrtuktur untuk bermain main di pasar keuangan.(*)

Proyek Surat Yasin Kematian Orang Tuanya

0

Mental ‘bobrok’ dan Korup Orang Indonesia

Oleh: Rahman Latuconsina

Tulisan Saya kali ini adalah kisah nyata. Mungkin tidak secara detail Saya ceritakan, namun secara jelas akan saya gambarkan. Sehingga pesan moral yang ada dalam tulisan ini secara positif bisa Kita maknai.

Kejadian ini terjadi di Depok 17 tahun yang lalu, jadi tepatnya di Tahun 2000. Waktu itu Saya baru lulus sekolah SMU di Ambon (Masohi-Maluku Tengah) lalu hijrah ke Jakarta karena terjadi konflik SARA berkepanjangan disana.

Waktu itu Saya dan teman-teman sebaya dan satu tongkrongan membuat satu ‘bengkel kreatif’, bengkel Percetakan kecil-kecilan yang sepakat Kami beri nama “Garasi 22”. Karena memang laboratoriumnya bekas garasi.
Kami menerima order, membuat Spanduk, Sticker, Undangan, Neon Box, Neon Sign serta percetakan lainnya termasuk SURAT YASIN.

Market Kami waktu itu hanya teman sekitar, serta kolega dan relasi dekat, maklum usaha yang Kami cetuskan hanya ber-misi mandiri dan bebas minta uang jajan dari orang tua.

Namun dari sekian banyak order yang pernah Kami garap mungkin yang paling menarik bagi saya adalah “Project Surat Yasin”.

Project ini di order oleh Teman Kami yang merupakan ‘mahasiswi’ (jadi jelas yahhh kelaminnya-Red) di salah satu Perguruan Tinggi di Depok. Untuk acara 100 hari kematian Ayah tercintanya. Kalo tidak salah 200Pcs yang artinya 200 eksemplar Kami harus menyablon Foto ayahnya serta ucapan ‘mengenang’ yang Kami tempel di depan Surat yasin yang rencananya akan dijadikan Sovenir bagi para Pembaca Tahlil dan mereka yang ber Ta’jiyah di Kediamannya.

Bagi Kami ini tetap Project, namun bagi ‘si gadis’ teman Kami seharusnya ini adalah Ibadah. Apa lagi yang meninggal Ayahhanda tercinta.

Si Gadis dengan bangga dan senang hati menaikan harga hampir 100% hasil negosiasi Kami, jadi sekiranya deal harga 1.000,-/pcs, dia laporkan 1.800,-/pcs yang artinya dia me-mark Up Rp 800X200pcs X 2 epl = sekian.
Harga sekian itulah ditambah harga pokok yang dilaporkan ke Ibunya, dan itu yang harus dibayar. Sayang Kami mengetahuinya di akhir, bukan diawal project ini.

Jadi sebegitu bobrok dan hancurnya mental serta moril orang Indonesia, (maaf) Saya tidak mengatakan orang islam. Tapi orang Indonesia, karena hal ini bisa terjadi pada siapapun.

Mental Korup Orang Indonesia sudah menjadi latent yang mematikan, pernah kah si gadis berpikir bahwa itu Ritual Keagamaan untuk melapangkan Kubur Ayahnya? Bahwa itu bagian dari Ibadah???
Tentu tidak !!!
Yang ada di dalam benaknya adalah bagaimana cara mudah mendapatkan uang Saku, untuk tetap bisa hidup dan bergaul secara hedonis di Kampus nya.

Prilaku Korup memang tidak pandang bulu, serta tidak tebang pilih, justru hal ini yang terjadi pada penanganannya.

Sedangkan Korupsi itu sendiri secara harafiah adalah dapat berupa Kebusukan, Keburukan, Kebejatan, Ketidak jujuran, Suap, Amoral, serta penyimpangan dari Kesucian.

Jadi yang dilakukan gadis teman saya ini bisa dikategorikan akumulasi dari Korupsi yang terjadi pada umumnya, karena Prilaku yang tergambar jelas menciderai UU Dunia dan Akhirat, memang Pasal Pencurian dalam Keluarga bisa dimaafkan karena masuk ‘kategori delik aduan’. Bisa bebas dari tuntutan Pidana jika si Pelapor mencabutnya, namun apa pada Undang-undang akhirat ada dispensasi seperti itu???.(*)

Bendera NKRI Terbalik, Wujud Serangan Asimetrik Terhadap Kerukunan 11 Negara Sea Game

0

Bendera NKRI terbalik, pasti bukan keteledoran, tetapi wujud Serangan Asimetrik.

RKNews – Terbaliknya  bendera merah putih di pesta SEA Game 2017 Kualalumpur yang diikuti 11 negara yakni Indonesia, Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar, Singapura, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam , Malaysia sudah masuk dalam dokumen negara Malaysia sulit diterima bahwa itu satu keteledoran.

Indonesia Sebagai negara terbesar Pasti dijadikan TO penyusupan serangan asimetrik untuk merusak kekompakan negara-negara di SEA Game.

Merusak citra NKRI di kawasan regional tentu bukan tanpa sebab, karena para perompak dari 10 negara tetangga yang mengelilingi NKRI yang nota bene juga perpanjangan tangan dari negara-negara besar asing aseng, yang selama puluhan tahun nyaman menjarah SDA, kini sudah tidak nyaman lagi ingin menjarah SDA laut, juga teritorial laut NKRI .

Insiden terbalikny bendera Merah Putih di SEAgame Malaysia Justru menjadi peringatan bagi rumpun SEA yang akan dirusak dan diadu domba oleh Konspirasi Global asing aseng yang sudah lama menyusup di tengah-tengah rumpun ini..

TO Konspirasi Global Terutama ingin hancurkn Indonesia, sebagai pemilik SDA terbanyak sekaligus muslim terbesar didunia, pangsa pasar terbesar diwilayah ini.

Ini sesuai dengan kriteria Asymmetric War Fare-AWF >
Suatu tindakan, pengorganisasian, dan pemikiran yang “berbeda dari lawan untuk memaksimalkan keuntungan pihak sendiri, mengeksploitasi kelemahan lawan, menjadi pemegang inisiatif dan mendapatkan peluang yang lebih besar untuk bereaksi”, dapat berupa strategi politik, strategi militer, operasional, atau kombinasi dari hal tersebut, bisa dalam rentang waktu jangka pendek atau jangka panjang, dapat dijabarkan atau memang sudah seperti adanya, bersifat tertutup ataupun proaktif dalam pendekatannya, bisa bersifat psikologis atau dimensi fisik.
(Steven Metz dan Douglas Johnson),

Pasti akan ada Ke “teledoran” lain sudah di skenariokan secara asimetrik untuk melemahkan NKRI, dimata dunia, dan pasti secara internal untuk melemahkan moral bangsa Indonesia, waspadai.

ESS
Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB).

Pemimpin Adalah Pembaca

0

Oleh: Bakhrul Amal

RadarKotaNews – Pemimpin adalah pembaca. Tesis itu harus kita sepakati terlebih dahulu sebelum kita lebih jauh memperbincangkan sosok pemimpin ideal yang diharapkan, bukan hanya oleh partai politiknya an sinch, tetapi juga oleh seluruh elemen yang dipimpinnya.

Kata ‘baca’ dalam bahasa Arab dikenal dengan iqra (kata pertama yang diterima nabi dari Malaikat Jibril, ‘bacalah’). Sedangkan kata ‘bacalah’ dalam Al-Qur’an menurut Yusuf Qardhawi, merujuk pada Surah Al-‘Alaq, secara etimologi memiliki arti membaca huruf-huruf yang tertulis dalam sebuah kitab atau buku. Yusuf Qardhawi melanjutkan bahwasanya kata ‘baca’ itu pun memiliki terminologi membaca dalam arti yang lebih luas dari sekedar membaca kitab atau buku. Membaca juga diartikan kemahiran membaca alam semesta atau ayat Al-Kaun.

Jika merujuk pada definisi yang dijelaskan oleh Yusuf Qardhawi tersebut, yang kemudian diselaraskan pada makna pemimpin pembaca, berarti setidaknya seorang pemimpin ideal itu haruslah; bibliophile atau pembaca buku yang rakus serta melek literasi, dan mampu membaca kondisi yang ada disekitarnya.

PEMBACA BUKU
Sejarah membuktikan jika, seperti dikutip dari Harvard Bussiness Review, seorang pemimpin itu memliki kebiasaan yang sama, yakni kebiasaan membaca buku. Artikel tersebut kemudian memberikan contoh; Steve Jobs sang pemilik Apple memiliki “minat baca yang tak habis-habisnya” pada karya William Blake; Pendiri Nike, Phil Knight, sangat menghormati perpustakaannya sehingga di dalamnya Anda harus melepas sepatu. Selain itu adapula Winston Churchill, Perdana Menteri terkenal dunia dari Inggris, memenangkan hadiah Nobelnya justeru dalam bidang Literatur, bukan dalam bidang perdamaian atau kemanusiaan.

Seorang bijak bestari mengatakan “buku memberikan pengalaman tanpa harus kita mengalaminya sendiri”. Pemimpin yang rajin membaca tentu akan memiliki wawasan yang luas. Wawasan tersebut kemudian digunakan olehnya untuk merumuskan gagasan dan kebijakan-kebijakan yang baik dan mebahagiakan bagi rakyatnya.

Sebagai contoh, pada tataran pada tataran kebijakan, pemimpin pembaca tentu akan mafhum bahwa terdapat dua gugus teori filosofi kebijakan yang terdiri dari utilitarianisme dan libertarianisme (Rocky Gerung, Jurnal Perempuan, 2017). Dasar kebijakan utilitarianisme adalah memperhatikan suatu kebahagiaan hanya bisa disebut adil apabila memuaskan kehendak mayoritas. Artinya, keinginan mayoritas adalah dasar dari sebuah kebijakan.

Akan tetapi, kebijakan dengan prinsip utilitarianisme kemudian ditentang sehingga muncul versi kebijakan baru yang disebut libertarianisme. Jika utilitarianisme memandang keadilan berdasarkan jumlah kebahagiaan menurut masyarakat, pada libertarianisme keadilan akan kebahagiaan itu dikembalikan kepada masing-masing individu. Hematnya, libertarianisme memberikan makna kebebasan itu pada pribadi, bukan pada standar kebahagiaan mayoritas.

Dari dua pembacaan tersebut, pemimpin pembaca, tentu tidak akan gegabah dalam membuat kebijakan. Pemimpin pembaca tidak akan dengan mudah ditekan karena pemimpin pembaca memiliki dasar kuat untuk membuat kebijakan. Dan bagi pemimpin pembaca, kebijakan tidak dijadikan sekedar proyek tetapi tujuan untuk keadilan kebahagiaan seluruh rakyatnya, baik menurut mayoritas (utilitirianisme) maupun pribadi (libertarianisme).

PEMBACA ALAM SEMESTA
Selain pembacaan tekstual, pemimpin juga diharapkan mampu menjadi pembaca alam semesta agar dapat memahami segala hal yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Asumsi dasarnya sederhana, karena seorang pembaca alam semesta sudah pasti mencintai perjalanan.

Kita dapat mengambil contoh dari Presiden Pertama Indonesia, yakni Ir. Soekarno. Soekarno adalah seorang pembaca semesta yang baik. Hal tersebut dia buktikan ketika mampu merangkum kesepakatan dalam sebuah pidato di hadapan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau BPUPKI. Dia, salah satunya, menyampaikan bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia itu masyarakat gotong royong yang mencintai musyawarah mufakat. Indonesia bagi Soekarno tidak mengikuti kebebasan mutlak a la liberal, tidak pula menghilangkan kepemilikan seutuhnya menjadi milik bersama seperti komunis, melainkan kepemilikan yang bersifat sosial seperti tradisi adat-adat di Indonesia.

Pemimpin pembaca, dalam hal ini membaca alam semesta, tidak akan nyaman duduk-duduk di kantor untuk lalu kemudian merumuskan kebijakan berdasarkan bisikan, saran ahli, dan desas-desus politis. Pemimpin pembaca (alam semesta) juga tidak pernah puas pada kesimpulan “apa kata buku”. Pemimpin pembaca akan turun dan melihat langsung kondisi sosial di wilayah teritorinya. Hal itu dilakukan agar kebijakannya tepat sasaran dan tidak ngawur.

PENUTUP
Dari semua yang telah disebutkan di atas kita bisa menentukan beberapa sikap yang antara lain; sudahi memilih pemimpin yang sekedar memberikan janji dengan iming-iming yang justeru jatuh pada money politics, hindari mencoblos pemimpin yang tidak kredibel dan tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Sekarang saatnya mencari dan memutuskan untuk mendukung pemimpin pembaca, yang tidak hanya membaca buku (tekstual) tetapi juga dimbangi pembaca alam semesta (kondisi sosial masyarakat), agar tujuan kesejahteraan rakyat itu tercapai utuh dan bukan sekedar kebutuhan politik.

 

Ditulis oleh Dosen Ilmu Hukum UNUSIA Jakarta

Tolak Patung Jendral ‘China’ Di Jawa (Tuban)

0

RadarKotaNews – Entah apa semangat Pembangunan Patung Jenderal China ‘Kongco Kwan Sing Tee Koen’ yang besarnya 3x lipat Patung Jendral Soedirman di Jakarta.

MAAF saya bukan anti ‘china’ namun protes ini lebih kepada rasa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air.

“JOKOWI jika ini ulah Mu, jelaskan pada Kami apa maksud Mu???”

Oleh:
Rahman Latuconsina, SH.
Presidium Mabes Anti Korupsi (MAK)

Peringatan Dari Mekkah Habib Muhammad Riziq Syihab ‘Ayo … Tangkap Victor … !!’

0

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم اللله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه …

Kepada segenap para Habaib, para Alim Ulama dan seluruh umat Islam Indonesia yang selalu setia di dalam membela agama, bangsa dan negara.

Sehubungan dengan Kasus Penodaan Agama Islam & Ancaman Pembantaian Umat Islam yang dilakukan oleh VICTOR BUNGTILU LAISKODAT alias VECKY selaku Ketua Fraksi NASDEM di DPR RI pd tgl 1 Ags 2017 melalui pidatonya di Kupang Nusa Tenggara Timur, maka disini saya ingin menyampaikan bahwa semula saya berharap setelah Vecky diprotes oleh masyarakat dan dilaporkan oleh berbagai partai, serta diberi peringatan oleh Pimpinan DPR RI, lalu dinasihati oleh MUI, dan dinasihati juga oleh Gus Sholah Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng cucu dari Pendiri Nahdhotul Ulama (NU), seyogyanya Vecky dan Partai Nasdemnya meminta maaf kepada umat Islam, sehingga hal ini tidak menjadi sumber KEGADUHAN NASIONAL.

Tapi ternyata sayang sejuta sayang, Vecky tetap ngotot dengan perilakunya yang tidak terpuji, bahkan partainya NASDEM dengan tanpa punya rasa malu terus membelanya.

Setelah dibully sana sini, baru Partai NASDEM membuat Pernyataan Keprihatinan, sekali lagi saya katakan Pernyataan Keprihatinan, bukan permohonan maaf, bahkan isinya tetap membela Vecky dengan dalih rekaman editan yang membuat kesalah-pahaman.

Oleh sebab itu, disini saya ingin menegaskan bahwa saya telah mendengarkan REKAMAN UTUH dan LENGKAP dari Pidato Vecky dengan durasi 21 menit 12 detik secara berulang-ulang agar saya bisa fokus menyimak, sehingga tidak salah paham.

Akhirnya setelah mendengarkan rekaman tersebut secara utuh dan lengkap serta berulang-ulang, saya menyimpulkan sebagai berikut :

1. Bahwa Ketua Fraksi NASDEM di DPR RI, VICTOR BUNGTILU LAISKODAT alias VECKY adalah seorang KRISTEN EKSTRIM yang RASIS dan FASIS serta sangat ANTI ISLAM. Padahal agama Kristen tidak sekali-kali mengajarkan yang demikian itu.

2. Bahwa VECKY dengan sengaja dan penuh maksud jahat telah menghujat ajaran Islam tentang Khilafah dan menistakannya serta mengkatagorikannya sebagai ajaran Ekstrim dan Radikal.

3 Bahwa VECKY memfitnah ajaran Islam tentang Khilafah akan bubarkan NKRI dan tutup semua Gereja, serta paksa semua rakyat apa pun agamanya untuk melaksanakan Shalat. Padahal Khilafah Islamiyyah dalam ajaran Islam tidak pernah mengajarkan yang sedemikian rupa. Bahkan Khilafah Islamiyyah lahir dari ajaran Islam yang rohmatan lil ‘aalamiin, melindungi semua manusia apa pun suku budaya dan agamanya.

4. Bahwa VECKY telah melakukan kampanye politik kotor agar masyarakat tidak memilih partai partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN dalam Pilkada mau pun Pileg, dengan dalih karena berada di belakang umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam terkait Khilafah. Jadi persoalan ajaran Islam terkait Khilafah Islamiyyah dijadikan dalih oleh VECKY dalam propaganda politik kotornya.

5. Bahwa VECKY secara provokatif penuh kebencian dan permusuhan mengajak masyarakat secara terbuka agar membenci dan memusuhi, serta membunuh semua umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam terkait Khilafah. Dengan kata lain, VECKY menyerukan Pembantaian Umat Islam karena mengamalkan ajaran agama Islam terkait masalah Khilafah.

Dengan demikian jelas dan terang sekali tanpa diragukan bahwa VICTOR BUNGTILU LAISKODAT akias VECKY telah melanggar hukum dan etika :

1. MENISTA AJARAN ISLAM

2. MEMFITNAH AJARAN KHILAFAH ISLAMIYYAH

3. MENEBAR KEBENCIAN ANTAR UMAT BERAGAMA

4. MENGADU DOMBA ANAK BANGSA

5. MENGANCAM PEMBANTAIAN UMAT ISLAM

Karenanya, saya serukan kepada segenap umat Islam dimana pun anda berada di seluruh Nusantara, untuk memproses VICTOR BUNGTILU LAISKODAT alias VECKY secara hokum.

Langkah pertama :

1. Laporkan VECKY ke Badan Kehormatan DPR RI agar segera dipecat secara tidak hormat.

2. Laporkan VECKY ke Komnas HAM karena perilakunya telah membahayakan kemanusiaan dan merupakan pelanggaran HAM berat.

3. Laporkan VECKY ke Mabes Polri dan ke seluruh Mapolda-Mapolda di berbagai daerah tentang adanya PENODAAN AGAMA dan UJARAN KEBENCIAN serta ANCAMAN PEMBUNUHAN MASSAL BERENCANA.

Selanjutnya, saya peringatkan kepada para Penegak Hukum agar tidak mencari alasan apa pun untuk melindungi Penista Agama seperti yang pernah terjadi dalam Kasus AHOK.

Ingat, tidak ada yang KEBAL HUKUM di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

Siapa pun bersalah, siapa pun melanggar hukum, maka harus diproses secara hukum.

Anggota Dewan sekali pun jika melakukan pelanggaran Pidana harus diproses.

Insya Allah, jika proses hukum berjalan adil dan jujur sesuai aturan yang berlaku di NKRI, maka Kasus Vecky tidak akan jadi KEGADUHAN NASIONAL.

Namun hati-hati, jika Kasus Vecky dipolitisasi untuk melindungi Penista Agama, maka jangan salahkan umat Islam jika TERPAKSA harus kembali menggelar AKSI BESAR BELA ISLAM jilid kedua.

Karena itu saya serukan dari Kota Suci Mekkah Al-Mukarromah kepada seluruh Bangsa Indonesia :

AYO … TAHAN DAN
PROSES HUKUM VICTOR BUNGTILU LAISKODAT … !!!

AYO … TEGAKKAN KEADILAN … !!!

AYO … JAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA UNTUK KEUTUHAN NKRI TERCINTA … !!!

AYO … JAGA INDONESIA DAMAI & BERKAH … !!!

الله أكبر الله أكبر الله أكبر

Sekian yang bisa saya sampaikan. Semoga menjadi perhatian semua pihak demi menjaga keamanan kedamaian NKRI.

Semoga Allah SWT selalu memberkahi negeri kita, memberkahi para Ulamanya, dan memberikan Taufiq Hidayah kepada para Umaronya, agar menjadi pemimpin yang beriman dan bertaqwa, membimbing umat, mengajak rakyat, untuk menuju Indobesia yang Berkah.

Terima Kasih.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mekkah, 16 Dzulqa’dah H
Selasa 8 Agustus 2017 M

Link download Pidato Utuh Victor Laiskodat :
http://soundcloud-downloader.net/?url=https%3A%2F%2Fsoundcloud.com%2Fuser-842216407%2Fpidato-victor-bungtilu-laiskodat-alias-vecky&submit=Download

Kita Dilahirkan Tanpa Iman. Hanya Dengan Modal Islam Orang Tua

0

RadarKotaNews – Iman adalah kepercayaan yang di topang dengan ilmu, Islam adalah bukti dari keimanan tsb. orang muslim belum tentu mu’min, dan sebaliknya.

Tapi dapat dikatakan, Muslim yang baik telah meraih keimanan yang baik dan mencukupi. Mu’min yang baik yang telah meraih keislaman yang baik dan mencukupi.

Banyak orang terlena dengan Islam KTP-nya, tidak berusaha mencari keimanan yang wajib di pakai sebagai pakaian Islamnya, hingga banyak hal yang dilalui dalam hidupnya tidak di kaitkan dengan keimanan padahal Iman menuntutnya untuk mengikat semua pristiwa, baik besar atau kecil, ringan atau berat, semuanya tidak luput dari kekuasaan Allah dan kehendaknya.

Bahkan Rasululkah saw mengajarkan kepada kita agar mengikat dan menghubungkan makan dan minum kita, berpakaian dan tidur kita, juga keluar rumah dan semua usaha kita tidak akan dapat kita lakukan kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala.

Iman menuntun kita kepada suatu keadaan seakan Allah ada dalam setiap pristiwa dan usaha yang kita lakukan.
seakan Allah senantiasa berbicara kepada kita, memberi petunjuk kepada kita,
dan kita merasa rela dan ridho atas semua hasilnya.

Dengan catatan Iman mewajibkan kepada kita untuk melakukan semua petunjuk dan arahan yang telah digariskan dalam Islam oleh Rasulullah saw, yang tidak sejalan dengan Islam maka sia sia.

Tidak ada agama yang mengajarkan keimanan yang benar kecuali Islam, dengan Islam kita dapat meraih keimanan yang benar, dengan keimanan kita dapat menguatkan keislaman hingga merasa nikmat dalam melakukan ajaran islam, tanpa rasa berat dan tekanan, tapi dengan rasa syukur dan kecintaan.

Dengan iman kita dapat menerima ujian apapun dengan rela dan ikhlas, dengan iman kita dapat merasakan sakit sebagai tanda cinta Allah, merasakan sehat dan berlimpahnya harta sebagai ancaman yang harus di jaga dengan seksama dan kehati hatian.

Karena sehat dan harta serta kedudukan, istri anak dan kehormatan, adalah ujian yang dituntut dihadapan Allah yang mengimani akan merasa getar dan takut, tanpa iman dia akan terlena dan lupa daratan.

Dengan iman dia akan merasa iba dan prihatin terhadap orang yang berlimpah nikmat, tanpa iman dia akan merasa iri dan ingin meraih hal serupa.

Kawin satu kalau tidak dapat adil, kalau adil boleh dua, harta banyak kalau adil, kalau tidak jangan, karena bahayanya lebih daei perempuan, hidup sederhana dan dalam lingkungan sederhana, kalau dia sudah bijak dan dapat bermasyarakat denga baik maka boleh masuk dalam lingkungan lain.

Berbicaralah yang baik, kalau tidak bisa diamlah. Berbuatlah yang baik, kalau tidak bisa diamlah. Berfikirlah dan berencana yang baik, kalau tidak bisa diamlah. Berbaurlah atau bergaulah dengan baik, kalau tidak bisa tetaplah dalam lingkungannya.

Adapaun bagi yang lain cukup dengan mengucapkan salam. Bersangkalah yang baik, kalau tidak bisa maka kurangi pergaulan dan pertemuan kecuali dengan orang yang selalu membawa berita baik dan kedamaian tentang orang lain.

Pagi yang berkah, dengan iman kita yakin surat ini mampir di hadapan kita kerena Allah.

Kalau bermanfaat sampaikan kepada orang yang kau cintai, yang percaya kepadmu bahwa info darimu selalu manfaat baginya, jangan kirim kepada orang yang tidak menghargai kirimanmu, karena dia akan baca lalu dihapus dari catatan dan ingatan.

Jangan lupa sholawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarga nya yang telah mengajarkan kita segala kebaikan dan cara meraih keimanan.

Oleh: Habib Salim Alathas
Pengurus Front Pembela Islam Jakarta.

(*)

Ekonomi Jatuh Karena Jokowi Terlalu Percaya Diri

0

RadarKotaNews – Rasa percaya diri yang besar membuat Jokowi kurang perhitungan dalam membuat berbagai kebijakan ekonomi. Bahkan keyakinan bahwa dia idola membuat Jokowi bahkan sanggup membuat kebijakan yang tidak populis. Jokowi yakin bahwa kebijakananya tidak mungkin ditolak karena orang Indonesia sangat mengidolakannya.

Baru beberapa hari Jokowi menjabat presiden pada akhir 2014 lalu, dia langsung mencabut subsidi BBM. Bahkan kebijakan ini dilakukan pemerintah tanpa persetunjuan DPR. Karena para angota DPR juga banyak yang mengidolakannya, kebijakan menaikkan harga BBM diterima DPR dengan senang hati. Presiden sebelumnya sangat berhitung seratus kali sebelum menaikkan harga BBM.

Tanpa disadari bahwa kebijakan menaikkan harga BBM mendorong kebijakan sektor lain bergerak ke arah yang sama..naik naik dan naik. Padahal pada saat Jokowi mulai menjabat, harga minyak dunia tengah jatuh. Banyak negara memanfaatkan penurunan harga energi termasuk BBM adalah kesempatan untuk menekan biaya, memulihkan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat yang tengah melemah.

Akibat kenaikan harga BBM inflasi menjadi tinggi dan tidak terkendali. Harga harga barang kebutuhan hidup serempak naik. Bahkan harga pangan yang pada tingkat global sedang turun tajam, di Indonesia malah naik berkali kaki lipat. Intinya inflasi sangat tinggi. Meski BPS melalui survey survey merekayasa sedemikian rupa agar kondisi ekonomi terlihat baik baik saja.

Kebanyakan orang bisa saja tertipu oleh kampanye bahwa yang memuji keberanian Jokowi menaikkan harga BBM, tapi tidak dengan sektor keuangan dan perbankkan. Mereka ini tidak mungkin tertipu. Maka segera setelah Jokowi menaikkan harga BBM, bank bank segera menaikkan suku bunga kredit mereka. Bank bertanding dengan inflasi yang tinggi. Meskipun bank bank meminjam di china, singapura dan negara lain dengan bunga 5%, mereka mengambil untung paling tidak dua kali lipat. Belum lagi ditambah asumsi nilai tukar rupiah bisa saja terus merosot.

Kebijakan bank bank yang menaikkan suku bunga kredit mengakibatkan kredit merosot. Padahal kredit yang besar baik kredit perumahan maupun kredit konsumsi merupakan penopang utama konsumsi masyarakat. Suku bunga yang tinggi mengakibatkan penyaluran kredit perbankkan merosot tajam.

Padahal dalam satu dasawarsa terakhir, ekonomi indonesia ditopang oleh sektor konsumsi. Konsumsi ditopang oleh kredit konsumsi dan kredit property. Tahun tahun awal Jokowi langsung ditandai sektor property ambruk dan sektor ritel ambruk dan terus memburuk sampai dengan hari ini.

Sementara pemerintah butuh uang besar untuk membiayai berbagai mega proyek infrastruktur. Sumber pembiayaan mega proyek salah satunya adalah pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Kebutuhan pembiayaan infrastruktur berbanding terbalik dengan kemampuan penerimaan pajak pemerintah. Ditambah lagi merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar telah mengakibatkan kualitas belanja pemerintah merosot hampir separuh dibandingkan periode sebelumnya. Perlu diketahui bahwa sebagian besar belanja pemerintah sendiri adalah konsumsi barang barang impor. Sementara nilai tukar berada pada rata rata Rp.13.500 sampai Rp.14.500 merosot dibandingkan periode sebelumnya rata rata Rp.8000 sampai Rp. 9000 per USD.

Namun rasa percaya diri Jokowi tidak berkurang. Keyakinan sangat besar bahwa rakyat sangat mengidolakan dirinya meningkatkan keberanian Jokowi untuk mengenjot penarikan pajak kepada rakyat dengan cara menaikan pajak, memperluas object pajak serta berbagai ancaman denda hingga kriminalisasi masalah masalah perdata perpajakan. Kuat keyakinan Jokowi bahwa meskipun rakyat diperas dengan berbagai kewajiban pajak rakyat tetap akan mengidolaknnya. Ini terbukti dari kebijakan jokowi yang menaikkan pajak dan cukai tembakau.

Kenaikan pajak semakin memicu inflasi yang semakin tinggi. Menko perekonomian Darmin Nasution mengatakan kenaikan pajak STNK secara serempak membuat survey BPS mencapai kesimpulan bahwa pajak STNK yang naik adalah pemicu inflasi yang tinggi.

Inflasi yang tinggi tidak hanya membuat biaya produksi meningkat, namun biaya pembangunan mega proyek infrastruktur juga meningkat. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang merupakan proyek unggulan Jokowi. Perusahaan listrik negara yakni PLN mengalami pembengkakan biaya dalam mega proyek 35 ribu megawatt sehingga menuntunt kenaikan tarif listrik untuk mendapatkan uang dalam melanjutkan mega proyek tersebut.

Jokowi dengan rasa percaya diri yang tinggi menaikkan harga listrik tiap 3 bulan sekali. Kepada publik disampaikan bahwa kenaikan tarif dasar listrik adalah dalam rangka mengibangi angka inflasi. Maka terjadilah kejar kejaran antara inflasi dan tarif listrik. Lucu memang kenaikan tarif listrik menyebabkan inflasi tinggi, inflasi tinggi mendorong kenaikan tarif listrik. Seterusnya demikian.

Rasa percaya diri Jokowi kian besar, keyakinan begitu kuat bisa dapat uang besar, APBN dirancang sangat besar dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan defisit anggaran tahun ini mendekati batas yang ditoleransi oleh UU keuangan negara. Jokowi sangat percaya diri bahwa rakyat dan asing akan sektor uang besar kepada pemerintahan yang dipimpinnya.

Rasa percaya diri berlebihan membuat jokowi kurang mawas diri, mangakibatkan di kurang sadar diri dan akhirnya tidak tau diri.(*)

 

Oleh : Salamuddin Daeng

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Patung Dewa Perang Cina di Tuban, Simbol Serangan Simetris Cina

0

RadarKotaNews – Patung Dewa Perang Cina Berdiri di Tuban, Guru Besar UI: Awas Sebentar Lagi Pangkalan AL Cina! – itoday.co.id/politik/read/8…

Catatan :
Apakah ini hanya kebetulan atau skenario simbol asimetrik bahwa Cina sudah kuasai NKRI ?, berdirinya patung ini Menjadi signifikan jika dikaitkan dengan temuan puluhan WNA aseng melakukan serangan asimetrik yang oleh media milik taipan kasusnya di kerdilkan dengan berkedok bisnis di Surabaya dan Pondok Indah Jakarta.

Temuan Sindikat puluhan WNA aseng di rumah mewah Surabaya dan Pondok Indah Jakarta, diduga kuat Cyber troopsnya aseng, dengan IT canggih yang mampu menyadap. Target sadapnya adalah mencari titik lemah pejabat negara, keluarganya pengguna narkoba, koruptor, money loundering, selingkuh untuk diperas di jadikan ATM dan pengaman sindkat

Pelabuhan perdagangan sejak dahulu jaman kerajaan meman di Tuban, Bukan di Surabaya. Diera asimetrik, Sejarah telah digunakan sebagai propaganda gunakan simbol-simbol aseng, bahwa laut Nusantara sejak dulu memang sudah jadi lahan aseng.

Patung Dewa perang Cina di Tuban disatu sisi menjadi inspirasi bagi WNA Aseng dan sumber kekuatan aseng di jaman IT, bahwa sejak jaman kerajaan Nusantara.

Cina sudah berhasil kuasai NUSANTARA lewat laut.

Disisi lain Patung Dewa Perang Cina harus menjadi ancaman bahwa kekuatan aseng di NKRI sudah kenyataan.

Serangan asimetrik Cina dan glontoran ribuan triliun, jutaan SDM WNA ilegal aseng, mega proyek, ribuan ton narkoba, penguasaan hackers IT di pilpres, keturunan aseng dan antek asing yang ber dwi ke WNA yang kuasai kabinet dan DPR melengkapi kemenangan aseng asing di pilpres 2019.

Pembiaran tentang minimnya kekuatan TNI AL TNI AU untuk mengamankan Laut NKRI menjadi isyarat kuat adanya oknum-oknum dalam yang secara psikologis dan intelijen, sistematis terstruktur memelihara kondisi pembiaaran ini, guna mempermuda infiltrasi aseng lewat laut.

Oleh : Endro Subekti
Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB)

Popular Posts

My Favorites

Mayday Di Hari Jumat, Ahok Senang Tak Perlu Naik Taksi ke...

Jakarta - Saat menjabat sebagai Gubernur DKI, Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Gubernur tentang hari bebas berkendara untuk PNS DKI setiap Jumat pertama di awal...