Beranda Olah Raga OCA Tegur Kebijakan Inasgoc yang Terlalu Banyak Memberikan Jatah Tiket Penonton Kepada...

OCA Tegur Kebijakan Inasgoc yang Terlalu Banyak Memberikan Jatah Tiket Penonton Kepada Rekanan

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Datangnya surat teguran dari Olympic Council of Asia (OCA) kepada Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, Inasgoc, terkait banyaknya kursi kosong penonton di berbagai pertandingan Asian Games 2018 sangat disayangkan.

Seharusnya, hal tersebut dapat diantisipasi dari awal, terutama faktor yang menyebabkan kursi penonton terlihat kosong.

“Itu terlihat kosong karena penonton Indonesia hanya ingin melihat tim Indonesia saja, padahal tiket yang dibelinya adalah tiket untuk keseluruhan pertandingan. Contoh pertandingan basket, padahal tiket yang mereka beli untuk empat pertandingan, tetapi tim Indonesia bermain pada pertandingan terakhir, akhirnya tiga pertandingan awal tidak terisi penonton, padahal tiketnya sudah dibeli,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Bukan hanya itu, semestinya dalam memberikan pelayanan penuh kepada penonton, Inasgoc harusnya mengurangi kapasitas kursi untuk penonton ‘istimewa’. Sehingga, masyarakat memiliki kesempatan untuk menonton pertandingan secara langsung, karena jumlah kursi yang dijual lebih banyak.

“Selama ini ada 30 sampai 40 persen dari total kursi yang ada di venue untuk penonton yang terakrediatsi yaitu media, broadcaster, atlet, federasi juga tamu VVIP. Nah jumlah ini sebaiknya dikurangi,” kata politikus Partai Gerindra itu.

Diketahui, Komite Olimpik Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) mengirimkan surat teguran kepada Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc). Surat resmi ini ditandatangani Direktur Umum OCA Husain Al Musallam dan ditujukan kepada Presiden Inasgoc Eric Thohir.

OCA menegur keras kebijakan Inasgoc yang terlalu banyak memberikan jatah tiket penonton kepada rekanan. Soal jatah ini, alokasi tiket untuk rekanan Inasgoc, seperti media, broadcaster, atlet, federasi olahraga, partner sponsor, dan tamu VVIP berkisar 30-40 persen per pertandingan. Teguran OCA ini memaksa Inasgoc memangkas jatah tiket reserve itu menjadi 10 persen.

Menanggapi itu, pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi menilai jika Asian Games 2018, hanya dinikmati untuk pejabat negara, bukan untuk rakyat Indonesia.

“Asian Games 2018 dari bagi-bagi tiket menandakan hanya dinikmati para pejabat saja. Seharusnya, Asian Games dinikmati oleh rakyat,” kata Uchok kepada redaksi, Rabu (29/8/18).

Terkait banyaknya bangku kosong, kata dia, memperlihatkan kacaunya penyelenggaran Asian Games. Bahkan, kata dia, proses tender juga banyak berpotensi merugikan negara.

“Indonesia banyak dapat emas, tapi kacau penyelenggarannya karena banyak bangku kosong,” kata Uchok.

Sebelumnya, KPK mendapat laporan soal ada sejumlah pejabat negara yang meminta tiket gratis Asian Games 2018 dengan memanfaatkan jabatannya. Tak hanya itu, laporan tersebut menyebutkan ada bagi-bagi tiket gratis kepada sejumlah pejabat negara yang dilakukan oleh sebuah BUMN.

“Laporannya banyak pejabat minta tiket ke panitia, dan juga ada BUMN yang borong tiket untuk diberikan kepada para pejabat,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dihubungi, Selasa (28/8/18). (Meli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here