Nilai Rupiah Kini Masih Dapat Dikatakan ‘Tengah Digantung’

Radarkotanewss.com – Meski nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir namun gelagat itu ternyata belum menjadi indikator membaiknya iklim investasi di tanah air.
Menurut Pengamat ekonomi dari INDEF, Rusli Abdullah Wahid, kondisi itu ternyata perlu dicermati karena masih ada kemungkinan rupiah akan kembali melemah. Nilai rupiah kini masih dapat dikatakan ‘tengah digantung’. Sehingga publik lebih memilih untuk menunggu kabar kenaikan suku bunga dalam minggu ini.

Rusdi menambahkan besar kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dollar akan kembali melemah dan tidak menentu dalam 2 bulan terakhir atau Desember 2015. Namun semua itu tergantung dari keputusan Bank Central Amerika.

Untuk itu Rusdi menghimbau, bagi masyarakat yang hendak berinvestasi di bank, harus memahami peluang-peluang investasi mana saja yang menguntungkan beserta resikonya.

“Apabila investasi lebih diarahakan pada instrumen Surat Utang Negara atau ORI, pastinya akan ada jaminan dari Pemerintah. Begitupun dengan simpanan uang di bank pastinya akan mendapat jaminan dari LPS dengan jumlah simpanan dibawah Rp 2 miliar”, ujar Rusdi di Jakarta, Sabtu (31/10/2015). (SA)Nilai Rupiah Kini Masih Dapat Dikatakan ‘Tengah Digantung’

Radarkotanewss.com – Meski nilai mata uang rupiah terhadap dollar Amerika sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir namun gelagat itu ternyata belum menjadi indikator membaiknya iklim investasi di tanah air.
Menurut Pengamat ekonomi dari INDEF, Rusli Abdullah Wahid, kondisi itu ternyata perlu dicermati karena masih ada kemungkinan rupiah akan kembali melemah. Nilai rupiah kini masih dapat dikatakan ‘tengah digantung’. Sehingga publik lebih memilih untuk menunggu kabar kenaikan suku bunga dalam minggu ini.

Rusdi menambahkan besar kemungkinan nilai tukar rupiah terhadap dollar akan kembali melemah dan tidak menentu dalam 2 bulan terakhir atau Desember 2015. Namun semua itu tergantung dari keputusan Bank Central Amerika.

Untuk itu Rusdi menghimbau, bagi masyarakat yang hendak berinvestasi di bank, harus memahami peluang-peluang investasi mana saja yang menguntungkan beserta resikonya.

“Apabila investasi lebih diarahakan pada instrumen Surat Utang Negara atau ORI, pastinya akan ada jaminan dari Pemerintah. Begitupun dengan simpanan uang di bank pastinya akan mendapat jaminan dari LPS dengan jumlah simpanan dibawah Rp 2 miliar”, ujar Rusdi di Jakarta, Sabtu (31/10/2015). (SA)