[otw_is sidebar=otw-sidebar-1]

Abdullah Azam Dan Pengaruhnya Terhadap Gerakan Terorisme Di Dunia Islam

Jakarta, Radarkotanews.com – Ratusan karya Abdulkah Azam, satu buku yang paling terkenal di Indonesia adakah al-Rahman fi Jihadi Afganistan (Tanda-tanda Sang Maha Pengasih dalam Jihad Afganistan). Buku inilah yang menjadi inspirasi banyak orang Indonesia untuk menjadi mujahid di Afganistan.

Menurut Mukti Ali el Qum (Akademisi Islam), mengatakan dalam pemahaman baru Azam, thaghut yang dikatakan bagi orang yang menjalankan aturan diluar ajaran Islam. Disini jihad yang dimaksud jadi pembunuh dulu baru dakwah. Kalau Islam normal, dakwah dulu kalau kepepet baru melakukan tindakan ekstrim.

“Jadi hukum untuk membunuh polisi atau keamanan yang thaghut bagi Azam diperbolehkan. Loyalitas bagi Azam hanya untuk Allah dan rasul-Nya.”ungkap Mukti dalam sebuah diskusi Kitab Terorisme seri III di aula Wahid Institute, Matraman, Jakarta, kamis (10/03/2016).

Sambung Mukti, Jihad bagi Azam mengikuti pandangan Sudzin Mustofa, yaitu dari tempat yang aman ketempat jihad. Misalnya dari Indonesia yang kondisinya aman, lalu pergi ke Afganistan yang sedang berperang.

Menurutnya, Abdullah Sungkar dan Abubakar Ba’ashir yang mengikuti ajaran ini. Bersama eksponen DI NII, mereka berinisiatif mengirim para mujahid ke Afganistan. Mujahid yang dikirim ke Afganistan sebagian besar dari ponpes Ngruki (untuk kelompok Abubakar Ba’ashir), Gontor dan Al Mukmin serta Malaysia seperti Naser Abas (untuk kelompok Abdullah Sungkar).

Lebih jauh Mukti menjelaskan, Berdasar keterangan veteran Afganistan seperti Naser Abas dan Imam Samudra diceritakan bahwa Abdullah Azam sepertihalnya Soekarno yang mampu membakar semangat orang untuk berjihad dimedan perang. Sehingga Azam begitu sangat dihormati bahka Imam Samudra sangat mengaguminya.

Terakhir Ia menambahkan, kasus Abdurrohman Rohim dan Dulmatin yang membuat pelatihan pemboman di Aceh. Itu bagian dari latihan doktrin jihad yang dirumuskan oleh Azam. Itu menarik sekali, karena paska tsunami orang dari luar Aceh banyak yang masuk ke Aceh dengan cover hendak menyalurkan bantuan untuk Aceh. Mereka kemudian mencari lokasi yang tepat untuk latihan dan merekrut 50 orang baru termasuk Afif.”Katanya.

“Kaitannya dengam ISIS, ternyata tokoh-tokoh teroris di Indonesia juga dididik oleh Azam. Begitupun Abubakar Ba’ashir dengan Jamaah Ansaurah tauhid (JAT). Karena di ajaran Azam sendiri belum ada pusat ajarannya.”beber dia.(SA)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan