Beranda Nasional Nasarudin Umar: Seorang Muslim Sejati Harus Mau Menerima Kelompok Yang Berbeda di...

Nasarudin Umar: Seorang Muslim Sejati Harus Mau Menerima Kelompok Yang Berbeda di Tengah Masyarakat

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH Nasarudin Umar, menjelaskan bahwa padepokan Sunan Kalijaga adalah bukan aliran sesat, di kehidupan seorang wali jangan disamakan dengan kita, orang yang dekat dengan Allah memiliki kelebihan.

“Kehebatan padepokan ini adalah menggabungkan keragaman budaya dengan agama islam sehingga tidak ada pertentangan keagamaan.”kata Nasurudin Dalam acara Do’a dan Dzikir yang bertajuk “Nusantara Bermunajat Negara Bermartabat”. Yang di gelar oleh Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (PADASUKA), di Aula Utama Masjid Istiqlal Jalan Taman Wijayakusuma Jakarta Pusat, Sabtu (20/01).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa seorang muslim yang sejati harus mau menerima kelompok yang berbeda di tengah masyarakat, Kita mengenal wali songo dengan ajaran tidak mengedepankan islam seperti di timur tengah/daerah asalnya tetapi beliau menempatkan seperti orang jawa.

Sementara menurut Nasarudin, Indonesia jauh dari negara arab tapi cinta kita terhadap Nabi tidaklah kalah dengan mereka yang dekat dengan Arab Saudi. Oleh karena itu, Kita harus yakin dengan keyakinan kita dan tidak usah takut dengan yang disampaikan orang lain terkait dengan potongan ayat tapi kita jangan saling mengkafirkan serta membit’ahkan.

“Wali membagi doa menjadi 3 (tiga) yaitu doa yang diucapkan secara lisan, tak terucapkan (doa yang dipanjatkan dalam bentuk perbuatan) dan doa yang diungkapkan dalam istiqdzad (doa yang dipanjatkan dalam kepasrahan).”katanya.

Menurutnya, Leluhur kita harus doakan Karena tidak ada doa yang Allah tidak kehendaki doa itu puncaknya ibadah munajad adalah ungkapan pujian pujian ke Allah dan merendahkan diri kita ke hadapan Allah. Doa imam gazali adalah kombinasi doa dan munajad dengan ke arah kiblat. Dengan di awali basmalah lalu di lanjutkan dengan tasmijd dengan menyatakan kebesaran allah dalam hati dan menghinakan diri kita ke hadapan Allah di lanjutkan bershalawat, di akhiri Al-Fathihah.

“Meneguhkan keyakinan tetaplah berada di bayang sosok nama besar wali songo. Wajib kita membaca karangan para syech.”terangnya

Pasalnya, Kalau kita membaca yasin di hadapan makam para wali, maka wali akan membaca doa ke pada kita. Semua permohonan doa nabi Muhammad tidak ada yang tidak di terima allah. Maka kita harus bertawasul kepada Nabi Muhammad Saw dikarenakan safaat Nabi masih bisa memberikan efek ke manusia yang masih hidup.

“Pesan saya diakhir acara ini jangan lah kita menyalahkan orang lain, melainkan kita intropeksi diri menjadi seorang yang arif bijaksana.”tutupnya.(Wawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here