Beranda Nasional Munas Perhimpunan Advokasi Indonesia Di Kacaukan

Munas Perhimpunan Advokasi Indonesia Di Kacaukan

0
BERBAGI

Radarkotanews – Ketua Panitia OC Munas II Peradi, Hermansyah Dulaimi menduga ada pemalsuan ID peserta munas yang dilakukan oleh ketiga politikus DPR asal PDIP yakni Trimedya Pandjaitan, Junimart Girsang dan Panda Nababan saat hadir dalam Munas Perhimpunan Advokasi Indonesia di Makasar, Maret lalu.

Menurutnya, hal itu diketahui karena nama mereka tidak masuk dalam list peserta maupun undangan panitia munas.

“Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang kami punyai ada pemalsuan ID peserta munas di Panakukang. Darimana mereka punya ID peserta karena Panda Nababan Cs ini tidak masuk dalam undangan atau peserta Munas,”tegas Dulaimi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Dia menjelaskan, para politikus PDIP tersebut telah mendirikan posko di lantai yang sama dengan ruangan munas dengan maksud dan tujuan tertentu.

“Posko mereka diisi oleh para politkus PDI Perjuangan. Entah apa tujuan mereka mendirikan posko tersebut. Yang jelas kita akan laporkan hal ini kepada Badan Kehormatan DPR,” ungkapnya.

Ketua DPC Peradi Papua Anthon Raharusun menambahkan, ketiga anggota dewan tersebut tidak mendapatkan undangan sebagai peserta munas maupun peninjau. Oleh karena itu, kehadiran mereka di ruangan munas tersebut dipertanyakan motifnya.

“Mereka tidak mendapatkan undangan baik sebagai peserta atau peninjau. Nah kok mereka bisa ada, apa motif mereka? Saya mensinyalir mereka sengaja hadir untuk mengacaukan pelaksanaan munas. Terlebih lagi mereka mengaku yang meminta agar Juniver Girsang bisa menjadi ketua umum,” tegas Anthon.

Dia menambahkan, kekacauan yang terjadi menyebabkan munas tersebut ditunda. Bahkan, Juniver beserta pendukungnya pun keluar ruangan munas tanpa ada keputusan.

“Yang terjadi saat itu setelah diputuskan menunda munas, maka sebagian peserta ada yang bertahan dan ada yang keluar ruangan,”sambungnya.

Anthon bersama dengan 60 DPC Peradi lainnya akan mengadukan masalah tersebut kepada Badan Kehormatan DPR karena intervensi yang mereka lakukan dalam Munas Peradi bulan lalu.

“Senin rencananya kita akan mengadukan hal ini ke Badan Kehormatan DPR untuk ditindaklanjuti tingkah laku anggotanya yang telah melanggar kode etik tersebut,” tutupnya.

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here