Beranda Hukum Monopoli Diaz Hendropriyono

Monopoli Diaz Hendropriyono

0
BERBAGI

Radarkotanews.com, Jakarta – Dengan diangkatnya Diaz Hendropriyono sebagai Staf Khusus Presiden dibidang Sosial lengkap sudah jabatannya, yang antara lain Komisaris Telkomsel, Stafsus Menkopolhukam, Tim Transisi PSSI, dan Dewan Komisaris Pertamina serta terakhir ini Staf Khusus Presiden.

Hal tersebut di sampaikan Juru Bicara Komite Rakyat Nasional Jokowi (KORNAS-JOKOWI), Akhrom Saleh,S.IP, dalam press release nya, di Jakarta, senin (11/07/2016).

Lanjut Saleh, mengingat rangkap jabatan non struktural adalah hak prerogatif pejabat negara sehingga menjadi sebuah pembenaran, namun bagi dirinya ini tidak adanya ke-profesional-an seseorang dalam bekerja, bagaimana mau konsentrasi penuh bila jabatan saja terlalu banyak yang diemban.

Ada pepatah mengatakan “ringan sama dijinjing berat sama dipukul” artinya jika kita mau bergotong royong maka tugas amanah yang kita emban akan semakin ringan, tugas (amanah) yang dipikul Diaz itu sudah sangat berat dalam menjalankan amanah untuk membantu presiden alangkah baiknya jika sebagian amanah itu diberikan kepada orang yang sangat tepat agar Diaz bisa fokus dan menjalankan tugas sebaik mungkin, ingat sistem “gotong royong” adalah hal yang sangat baik dalam berbagi tugas dan manfaatnya pun sangat besar. Terang Saleh

Oleh karenanya Komite Rakyat Nasional-Jokowi menghimbau kepada saudara Diaz agar mundur dari jabatan-jabatan lainnya, dan alangkah baiknya memberikan kesempatan kepada yang lain dan atau pendapatannya disumbangkan kepada fakir miskin yang lebih membutuhkan. Pesan Saleh

Bila Diaz Hendropriyono mundur kan dapat full time berpikir memberikan sumbangsih kepada negara dilingkaran istana. Tutup Saleh. (ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here