Beranda Nasional Modus Para Teroris Mencari Anggota dan Mendoktrin Calon Anggota

Modus Para Teroris Mencari Anggota dan Mendoktrin Calon Anggota

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Ust. Ahmad Sajuli, mantan teroris Philipina dan Afganistan, menjelaskan bahwa dirinya menjadi teroris dan suka melakukan teror karena awalnya belajar agama Islam, aktif di organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII), dilanjutkan di organisasi Jamaah Islamiyah (JI), sejak tahun 1976 sampai tahun 1980.

“Semua tokoh-tokoh teroris Indonesia, Malaysia dan Arab saya kenal, mereka semua itu mengerti ajaran agama Islam dan sekolahnya tinggi-tinggi bahkan, S-1 dan S-2 di USA dan Inggris.” Ust. Ahmad dalam dialog refleksi akhir tahun di Kampus Tribuana Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur, Kamis (28/12).

Dijelaskan, Ust. Ahmad bahwa bulan-bulan akhir Desember 2017 s.d Januari 2018, merupakan waktu para teroris bereaksi hingga sampai Mei s.d Juni 2018 saat Pilkada Serentak juga moment para teroris beraksi karena itu, setiap saat, setiap detik, seluruh mahasiswa dan seluruh penduduk Indonesia agar selalu waspada dengan aksi teror yang akan dilakukan teroris.

Menurutnya, Modus para teroris mencari anggota dan mendoktrin calon anggota, pertama menyebut umat Islam diluar kelompoknya itu, kafir, kedua menyebut umat Islam diluar kelompoknya itu, bersyahadat dan perlu bergabung dengan kelompoknya dan harus bersyahadat kembali.

“Kelompok teroris, sejak dulu sampai saat ini, selalu mengincar para pemuda/mahasiswa untuk direkrut, Alasannya karena para pemuda itu, itu mudah dijadikan agent. Juga dipesankan, kalau Chatting di Medsos, ada akun yang mempersoalkan hukum, aqidah dan pemimpin, adalah cara dan contoh teroris mencari anggota baru. Karena itu, jika ketemu akun di Medsos ini, agar segera ditinggalkan, karena kami sudah berhubungan dengan jaringan teroris.”terangnya.

Tidak hanya itu Ust. Ahmad, juga menjelaskan bahwa ISIS adalah ancaman masa depan Indonesia dan dunia, karena itu para mahasiswa perlu tahu dan bersama aparat NKRI melawan ajaran dan kelompok teroris.

“Pada saat ini Pimpinan ISIS sudah mengeluarkan fatwa, berjuanglah dinegara kalian masing-masing melalui layar slide, menunjukkan photo-photo tokoh teroris dan diputarkan video-vidio ancaman teroris.”jelasnya.

Lebih jauh Ust. Ahmad mengungkapkan bahwa Pola kelompok teroris merekrut anggota baru, dari tahun 1980 sampai saat ini sama, dan pola aksinya saja sama, dan awal kami direkrut NII, karena aktif di Remaja Masjid diwilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, Awal masuk NII, kekayaan saya satu milyar dan sampai habis.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here