Beranda Ekonomi Menkeu: Kondisi Perekonomian Global Masih Dipenuhi Tantangan dan Ketidakpastian

Menkeu: Kondisi Perekonomian Global Masih Dipenuhi Tantangan dan Ketidakpastian

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi terkini perekonomian global masih dipenuhi tantangan dan ketidakpastian akibat eskalasi perang dagang, persaingan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas.

“Kondisi ini menyebabkan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, pelemahan investasi, dan perdagangan global,”kata Sri Mulyani dalam rapat Paripurna DPR RI ke 19 Masa Sidang V Tahun Sidang 2018-2019, di ruang rapat Paripurna DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/19).

Sambung Sri Mulyani, Pertumbuhan ekonomi dunia dipangkas 0,3% menjadi hanya 2,6 % menurut Bank Dunia, 3,3% menurut IMF, dan 3,2% menurut OECD. Pertumbuhan perdagangan global hanya mencapai 2,6% merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global 2008.

Meski demikian, tekanan global menyebabkan kinerja ekspor Indonesia mengalami perlambatan (kontraksi).

Namun menurutnya, perekonomian Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanannya, dengan pertumbuhan di atas 5,07% didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan kebijakan makro ekonomi fiskal dan moneter yang prudent dan sustainable namun supportive terhadap ekonomi.

Karna itu, Lembaga peringkat hutang Internasional S dan P pada bulan Mei lalu menaikkan peringkat (rating) hutang Indonesia satu tingkat menjadi BBB dengan outlook stabil. Capaian reformasi ekonomi yang telah dijalankan selama ini juga membawa perbaikan peringkat daya saing, yang berdasarkan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY), peringkat daya saing Indonesia naik 11 peringkat dari peringkat 43 di tahun 2018 menjadi peringkat 32 dunia pada tahun 2019.

Disis lain, Pemerintah terus meningkat kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang meningkat dan terus fokus memperbaiki daya kompetisi dan produktivitas ekonomi Indonesia melalui kebijakan investasi, perdagangan dan pembangunan infrastruktur serta perbaikan kualitas sumber daya manusia.

“Reformasi struktur dan kebijakan ekonomi untuk memacu investasi dan ekspor akan menjadi perhatian utama.”katanya.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here