Beranda Hukum Mengecam Tindakan Premanisme Pihak Kepolisian Terhadap Massa Buruh

Mengecam Tindakan Premanisme Pihak Kepolisian Terhadap Massa Buruh

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Manusia Menjadi serigala bagi manusia yang lain, begitulah yang dapat kami gambarkan situasi yang terjadi pada tanggal 30/10/2015 di depan istana merdeka malam. Unjuk rasa buruh yang menentang PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan didepan Istana Negara harus berakhir dengan pemukulan dan pengrusakan mobil komando. Menurut dia, Buruh yang mencoba untuk bertahan dengan tujuan untuk mendesak pemerintah segera mencabut pp tersebut, namun belum terwujud tuntutan buruh mala masa telah dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Atas tindak refresif kepolisian itulah, kami atas nama Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrai (LMND) secara tegas menyatakan “Mengecam tindakan kekerasan premanisme oleh polisi  terhadap massa buruh Indonesia”. Tindakan kekerasan kepolisian berawal dari massa aksi buruh yang bertahan dengan tuntutan agar pemerintahan Jokowi-JK segera mencabut PP No. 78/2015 tentang Pengupahan di depan Istana Merdeka pada pukul 19.00 Wib, tanggal 30 Oktober 2015. Dirinya menilai hal ini Sangat disayangkan tindakan kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa buruh, tidak seharus polisi melakukan kekerasan kepada aksi buruh dengan cara yang brutal dan berlebihan.
Akibat dari pembubaran paksa, Kini 23 orang ditangkap dan ditahan di Polda metro jaya.

“Mereka yang ditangkap menjadi korban kekerasan, mereka ditangkap dengan  cara-cara tidak manusiawi, (Dipukul, diseret, dan kroyok,dll). Beberapa massa aksi luka-luka dan lainnya dilarikan ke RS, itu yang kami saksikan pada malam itu.” Kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Jami Kuna di Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Sekali lagi, LMND mengecam terhadap tindakan brutar / kekerasan kepolisian terhadap massa yang menolak PP 78 Tahun 2015. Kami juga mendesak agar pemerintahan segera mengambil langka untuk penyelesaian massa perburuan di Indonesia. Sehingga tindakan/cara-cara Orba tidak perlu dipraktekkan kembali dijaman sekarang ini, jika sampai waktunya pemerinta tidak mencabut PP Pengupahan dan menyelesaikan masa Ekonomi dan politik, maka mogok nasional yang melibat semua sektor adalah jalan satu-satunya.

Untuk itu, LMND menyerukan terutama kepada kawan-kawan di sektor mahasiswa agar segera bangun komite-komite aksi di kampus untuk ikut mengambil peran dalam situasi nasional yang makin menyulitkan rakyat terutama bagi kia yang miskin.
Selain itu, LMND juga mendesak kepada Bapak Polda Metro Jaya untuk segera:
1. Segera bebaskan massa aksi yang ditahan tanpa sarat.
2. Menindak tegas anggota polisi yang melakukan pemukulan terhadap masa aksi.(Id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here