Beranda Politik Masyarakat Kita Mengidap Konflik Laten, Karena Kondisi Sosiogis Yang Mendalam

Masyarakat Kita Mengidap Konflik Laten, Karena Kondisi Sosiogis Yang Mendalam

0
BERBAGI

RKNews.com – Pilkada jangan disambut dengan perasaan galau, jangan juga terlalu kepo, harus bijaksana.

Demikian di katakan Dekan FKIP UHAMKA, DR Desvian Bandarsyah. Mpd di kampus Universitas Muhammadiyah Prof.DR.HAMKA – UHAMKA Jakarta Timur, Rabu (2/11).

Menurutnya, ke Indonesiaan kita hari ini luar biasa, tantangan lebih dahsyat dibanding orde baru. Musuh kita abstrak, dunia maya. Jadi membaca indonesia tidak mudah, butuh kearifan dan kejernihan berfikir. Sayangnya orang yang punya kejernihan berfikir sudah langka.

Ketika Muhammadiyah dan NU sedikit injak rem, dengan bahasa yang sejuk demontrasi adalah sah. Tapi mereka menghimbau tidak menggunakan simbol dan panji muhammadiyah. Muhammadiyah tidak larut dalam kondisi. Kompleksitas keindonesiaan kita menjadi bersifat tidak mudah untuk di rubah.

“Kita hidup bersuku-suku, beragama, ditambah pembangunan yang salah, adanya jurang kemiskinan yang dalam, serta kelakuan parpol kita yang kerjanya mengambil kesempatan, sehingga menimbulkan konflik. Konflik di indonesia mudah muncul.”katanya.

Menurutnya, Ahok di bombardir berbulan bulan sebelumnya oleh lawan nya, ahok salah, Ahok keliru menggunakan bahasa. Kita memang harus adil menempatkan wacana ini. Masyarakat kita mengidap konflik laten. Karena kondisi sosiogis yang mendalam. Ditambah fakta 71 thn merdeka gagal membangun pembangunan yang merata. Pembangunan tidak melakukan akumulatif pada modal sosial itu, pembangunan kita mengambil modal sosial secara serampangan. Kondisi kita saat ini kaya Preman di pasar kalau dicolek langsung cabut golok, kita bangsa yang pemarah dan mudah mengeluarkan amarahnya.

“Secara sosiologis kita sakit. Karena tidak ada yang mempersatukan kita.”

Pasalnya, Kita sudah hidup di era global, dimana negara bisa survev/eksis dengan menemukan keunggulan yang dimiliki. Ancaman kegagalan itu membayangi kita terus. Apa kita harus sadar dulu indonesia menjadi negara konflik, yang paling rugi kita umat islam, nasrani juga rugi.

“LMUI agen pembaharuan umat harus keluar paradigma dalam melihat umat, tidak lagi hanya diberi fatwa, tapi pemberdayaan terhadap umat.”Tutupnya.

(YSF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here