Massa Pendukung 02 Dari Jatim Mulai Bergerak Menuju Jakarta

Foto Illustrasi
Foto Illustrasi

RadarKotaNews – Relawan pendukung Prabowo-Sandi dari Jatim mulai bergerak menuju Jakarta. Tjetjap M Yasin, salah satu pendukung Prabowo-Sandi yang juga rakyat peduli penegakan demokrasi mengaku Jumat (17/5) malam sudah ada tujuh bus yang memberangkatkan calon peserta aksi 22 Mei.

Selain bus, masyarakat juga ada yang naik kereta api dan pesawat. “Sudah ada yang berangkat mulai kemarin (Jumat) malam tujuh bus. Ada juga yang naik kereta, pesawat, mobil pribadi. Yang datang warga biasa,” kata Tjetjap, Sabtu (18/5/2019).

Menurut mantan humas presedium #2019GantiPresiden itu, kedatangan warga Jatim ke Jakarta bukan untuk berdemo, melainkan menyaksikan pengumuman hasil rekapitulasi KPU pusat.

Massa berangkat ada yang sendiri, dan ada yang berkelompok. Seluruh massa pada umumnya tidak memunculkan simbol ketika berangkat.

Untuk menuju ke Jakarta, tidak ada titik kumpul karena calon peserta aksi menyebar. Misalnya, bagi yang naik kereta api langsung berangkat dari stasiun terdekat. “Kalau titik kumpul di jalan diambil-ambil gitu. Kalau lewat dari Madiun, ya diambil di pinggir jalan,” tuturnya.

Untuk keberlangsungan hidup selama di Jakarta, massa bisa menumpang tidur di masjid atau rumah saudaranya.

Protes rencana sweeping

Sementara itu, Tjetjap menyayangkan rencana sweeping Polda Jawa Timur terhadap masyarakat yang akan menghadiri aksi 22 Mei di Jakarta. Dia mempertanyakan dasar hukum sweeping tersebut.

Pasalnya, aksi itu kehendak rakyat dan bagian dari demokrasi. Massa dipastikan tidak akan melakukan makar.

“Berbicara sweeping dasar hukumnya apa? Kalau demokrasi sudah jelas, karena rakyat ingin melihat hasil rekapitulasi. Kami bukan melakukan makar, bukan melakukan revolusi,” tuturnya.

Tjetjap menilai sweeping merupakan tindakan melanggar hukum. Alasannya, Indonesia merupakan negara demokrasi dan negara Pancasila. Dia mempertanyakan bentuk pelanggaran yang dilakukan massa ketika berangkat ke Jakarta.

“Kalau pencegahan, pencegahan bagaimana? Apakah mereka melakukan kejahatan, apakah mereka dilarang. Apakah pengumumannya tertutup, kan ini pengumuman terbuka, Undang-Undang tidak melarang,” paparnya.

Dalam aksi nanti, massa meminta agar siapa pun yang melakukan kecurangan harus didiskualifikasi. Menurutnya, dalam aturan sudah jelas jika ada kecurangan harus didiskualifikasi.

Untuk diketahui, Polda Jatim mengimbau pada masyarakat untuk tidak ikut turun ke jalan di Jakarta pada 22 Mei mendatang. Polisi akan melakukan sweeping di terminal dan stasiun jika masih ada masyarakat yang nekat berangkat.

“Kami akan lakukan sweeping dan tindakan tegas bila ada yang membawa senjata tajam dan barang lain yang dilarang,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolda Jatim, Jumat (17/5).

Polisi akan melakukan penangkalan dan pencegahan mobilisasi massa di sejumlah stasiun dan terminal. Pencegahan ini dengan mengedepankan persuasif. Jika ingin tetap turun ke jalan, polisi meminta agar dilakukan di Jatim, tanpa harus ke Ibu Kota.