Beranda Politik Masih Memperdebatkan Quick Count dan Real Count Paslon yang Bukan Hasil Resmi

Masih Memperdebatkan Quick Count dan Real Count Paslon yang Bukan Hasil Resmi

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Saling klaim antar dua kubu yakni pihak Capres-Cawapres 01 maupun Capres-Cawapres 02, Sangat di sayangkan, Apalagi sampai meributkan persoalan quick count antar dua kubu yang tengah berkontestasi di Pilpres 2019.

Demikian di sampaikan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Jakarta, Sabtu (20/4/2019)

“Masih ramai ya berdebat mengenai siapa yang menang antara versi quick count dan versi real count paslon. Padahal keduanya bukan hasil resmi,” kata Refly

Menurut Refly, seharusnya kedua kubu harus bisa tahan diri untuk tidak saling klaim kemenangan. Karena hasil akhir siapa yang benar-benar dipilih rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 itu bukan dari quick count, melainkan dari real count yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi.

“Kenapa tidak sama-sama menunggu dan mengawal penghitungan suara berjenjang oleh KPU. Protes disampaikan di situ,”jelasnya.

Sementara itu soal klaim kecurangan, Refly menilai bahwa sejauh ini proses yang masih berjalan adalah proses rekapitulasi suara dari tingkat kecamatan hingga nantinya sampai ke KPU.

Pun jika ditemukan kesalahan baik dengan unsur kesengajaan maupun tanpa kesengajaan, Refly menilai seharusnya semua pihak mengadukannya ke pihak yang terkait saja.

“Proses rekapitulasi penghitungan suara kan baru akan dimulai dari tingkat kecamatan hingga KPU nasional. Kalau ada kekurangan dari kecurangan bisa segera disampaikan dan dikoreksi dalam tahap rekapitulasi,” tuturnya.

Bukan seperti saat ini yang diumbar ke sosial media yang justru berdampak multitafsir dan multi perspekulatif di kalangan masyarakat luas.

“Tak perlu berspekulasi, apalagi sampai emosi,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here