LMND Kecam Tindakan Represif Aparat Dalam Aksi Kampanye 3 Tahun Jokowi-JK

Mengecam Penangkapan Terhadap 1 Aktivis dan Tindak Kekerasan dalam Aksi kampanye 3 Tahun Jokowi-JK sebagai Rezim Anti Rakyat dan Anti Demokrasi di Kota Serang, Banten

RadarKotaNews – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) bersama dengan Aliansi Nasional Pemuda-Mahasiswa (ANPM) berinisiatif untuk membuat Pernyataan Sikap bersama dan mengajak kepada seluruh organisasi untuk bergabung dan terlibat dengan cara mencantumkan nama Organisasi/Lembaga dalam Pernyataan Sikap Bersama ini.

Salam Pembebasan,
Salam Demokrasi

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Pemuda-Mahasiswa-(ANPM) Serang (KP-EK LMND Serang, UMC, NDP, KMS30, KUMALA UIN, KUMANDANG UIN, HMI-MPO Untirta) menggelar aksi damai di depan Kampus UIN-SMH-Banten dalam merespon 3 Tahun Pemerintahan jokowi-JK dengan tema “3 Tahun Jokowi-JK Rakyat Semakin Menderita”.

“Aksi damai yang di mulai dengan longmarch dari Kampus Untirta sampai Kampus UIN SMH-Banten yang di mulai pukul 15.30 wib. sesampainya massa aksi, langsung di isi dengan beberapa orasi-orasi politik serta aksi teaterikal.”kata Ketua Umum LMND, Raden Deden Fajarullah, Banten, Jumat (20/10). Malam.

Kemudian lanjut Raden, tepatnya pukul 17.15 Wib saat massa akan segera mengakhiri aksinya dengan membaca pernyataan sikap membuat massa yang semula duduk menjadi berdiri dan memajukan barisan beberapa langkah, namun pihak kepolisian langsung menanggapi hal lain dengan mengambil tindakan secara arogan dengan cara melakukan tindakan yang bar – bar membabi buta, bukan hanya untuk membubarkan massa akan tetapi juga secara sengaja melakukan tindakan represif kepada massa aksi.

“Atas represifitas yang dilakukan oleh pihak polres kota serang, tidak sedikit massa aksi mendapat luka ringan, baik dari memar-memar sampai pada luka lecet akibat cakaran dari pihak kepolisian, dan juga selain itu didapatkan satu luka berat berupa bocornya kepala pada satu massa yaitu Sekretaris Jendral KMS30, dan juga terdapat satu wartawan yang dikerumuni sampai diinjak-injak oleh kepolisian pada saat itu yaitu wartawan dari Banten Pos, yaitu Panji.”beber Raden.

Disaat itu juga sambung dia, ditangkap satu massa yaitu Ketua Komisariat HMI-MPO Untirta; Jabied. Kemudian massa akhirnya tetap bertahan dengan sedikit memundurkan massa aksi didalam kampus tepat dibelakang gerbang kampus UIN SMH Banten sampai pada pukul 19.00 WIB dan kemudian membubarkan diri.

Paska aksi massa yang dibubarkan sampai pada malam ini, menurut Raden, tiap perwakilan/pimpinan dari organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Pemuda Mahasiswa-Serang masih mengawal kondisi satu kawan yang tertangkap di Polres Kota Serang.

“Ditengah situasi yang demikian, semakin memperpanjang catatan anti demokrasi di bawah Rezim Jokowi-JK dan tindakan represif serta penangkapan dari pihak kepolisian. Begitupula semakin menerangkan kepada kita bahwa rezim Jokowi-JK adalah rezim anti rakyat dan anti demokrasi.” Katanya.

Atas hal-hal yang demikian, Kami mengecam tindak kekerasan aparat kepolisian terhadap massa aksi. Tindakan tersebut menjadi catatan kian buruk nya iklim demokrasi di Indonesia. Raden menilai, Pemerintah tidak lagi memiliki itikad untuk mendengar tuntutan dan aspirasi dari rakyat, namun serta merta langsung melakukan tindak represif.

Atas dasar itu, pihaknya menyatakan sikap kecaman keras terhadap tindakan represif, kekerasan, penganiayaan, dan penangkapan yang dilakukan oleh Polres Kota Serang, oleh karena itu mereka menuntut:

Pertama, Kepada Kapolres Kota Serang untuk membebaskan tanpa syarat apapun terhadap 1 aktivis Aliansi Nasional Pemuda-Mahasiswa yang ditangkap.

Kedua, Kepada Kapolres Kota Serang untuk bertanggung jawab penuh atas dampak tindak kekerasan yang dilakukan terhadap massa aksi yang luka-luka.

Ketiga, Kepada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan segala tindakan anti demokrasi.

Nama Organisasi:
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), KOPETA – Lampung, Untirta Movement Community (UMC), Front Mahasiswa Nasional (FMN), GMNI-Jaksel, GMNI – Tegal, Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), GMNI Jakarta Barat, KMS30, YLBHI-LBH Jakarta, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Kelompok Belajar Mahasiswa Progresif (KBMP)-Bali.
(***)