Beranda Nasional Latar Belakang Memperingati Maulid Nabi Setiap Tahun Oleh Segala Lapisan Ummat Islam

Latar Belakang Memperingati Maulid Nabi Setiap Tahun Oleh Segala Lapisan Ummat Islam

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Apa latar belakang dari peringatan maulid nabi yang setiap tahun diperingati oleh segala lapisan ummat Islam dan hampir dianggap wajib. Tidak lain hanya karena saat itu setelah bertahun-tahun Rasulullah SAW wafat perjuangan islam hampir punah, disana sini hanya mementingkan kepentingan pribadi belaka.

Demikian di katakan Ustazah Hj Mamah Dedeh dalam acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan mengangkat thema “Bagaimana pandangan Perempuan dalam Qur’an” di Masjid Jami’ Al manar Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramat jati, Jakarta Timur, Rabu (9/1/19)

Lanjut Mamah Dedeh, maka ada salah seorang pejuang Islam yang mempunyai gagasan agar diadakan peringatan maulid (kelahiran) Nabi Muhammad saw, yang pada waktu itu diceritakan betapa pedihnya perjuangan Rasulullah saw, dalam menyebarkan Agama Islam dengan tujuan membakar semangat para pemuda pada waktu itu agar bisa
bangkit semua orang islam untuk memperjuangkan agama Allah sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW ketika masih hidup.

Maka setelah diadakan peringtan tersebut perjuangan ummat Islam menjadi semangat kembali sampai pada zaman kita sekarang ini. Adapun nama orang yang merintis peringatan tersebut bernama : “Shalahuddin Al-Ayyubiy” atau yang lebih dikenal dengan nama : ”Shaladin”.

“Ada rahasia apakah dalam terutusnya nabi Muhammad saw, sehingga beliau termasuk nabi pilihan dan masih banyak lagi predikat keunggulan serta teladan bagi para rasul, tidak lain adalah merupakan rahmat bagi selutuh alam. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 107,”terangnya

Setelah kita perhatikan firman Allah tersebut, Mamah Dedeh mengungkapkan, maka kita bisa menyimpulkan bahwa terutusnya Nabi Muhammad saw. adalah merupakan rahmat bagi seluruh alam untuk menanamkan rasa kasih sayang kepadanya. “Apakah itu alam yang berupa manusia, hewan-hewan, flora dan fauna maupun tumbuh-tumbuhan, semua itu akan memperoleh rahmat atau kasih saying melalui terutusnya Rasulullah Muhammad SAW.”jelasnya

“Adapun sebagai bukti bahwa semuanya itu benar, maka marilah kita amati mulai dari segi keyakinan agama.”pesannya

Sambung Mamah Dedeh, Bagaimana keadaan manusia, baik dari bangsa arab maupun bangsa yang lain sebelum nabi Muhammad SAW diutus?. Tidak lain bangsa bangsa tersebut semua hidup dalam suasana yang tidak teratur, berpecah belah serta saling bermusuhan satu sama lain. Karena pada saat itu mereka menghambakan diri kepada benda yang mati seperti berhala, patung dan lain sebagainya.

“Mereka menghambakan diri terhadap harta atau sesuatu yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Dengan demikian, maka jadi rendahlah martabat mereka daripada binatang.”tukasnya

Oleh karena itu, jika kondisi kehidupan kita ingin berubah, maka yang harus kita lakukan adalah mau dan berani merubah kebiasaan hidup kita ini.

Mamah Dedeh, menegaskan bahwa kesungguhan kita dalam mengikuti teladan Rasulullah SAW secara utuh dalam mengarungi perjuangan hidup ini adalah kunci menuju kehidupan umat yang lebih maju dan bermartabat di masa yang akan datang.

Perubahan menjadi lebih baik, lebih utuh dan lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rosulullah SAW dalam seluruh sisi kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.

“Semoga bermanfaat dan akhirnya kita bisa merubah sikap yang kurang baik.”pesannya.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here