Beranda Nasional Larangan Alqur’an Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

Larangan Alqur’an Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

0
BERBAGI

RKNews.com – Berfirman Allah ta’ala : Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang terdekat kepada kalian, padahal masih banyak saudara saudara kalian dari kaum muminin, janganlah kalian mencari alasan bagi Allah untuk menyiksa kalian.

Surah Annisa 144
Allah Ta’ala melarang ummat islam untuk menjadikan orang kafir secara umum, baik yahudi nasrani atau lainnya, sebagai teman dekat, yang dapat mengetahui segala rahasian dirinya, lebih lagi menjadikannya sebagai pemimpin yang akan mengurus segala permasalahan hidupnya.

Allah Ta’ala tidak melarang kita berteman sebatas untuk berniaga, tapi melarang lebih dari itu.

Allah ta’ala menjanjikan bagi muslim yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin dengan turunnya azab kepadanya.

Berfirman Allah ta’ala :
Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan yahudi dan nasrani sebagai pemimpin kalian atau orang terdekat kalian, karena sesungguhnya mereka hanya dekat kepada kaumnya saja, barang siapa diantara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin atau orang terdekatnya, maka dia akan menjadi bagian dari mereka, sesungguhnya Allah tidak akan member hidayah bagi kaum yang berbuat zolim.

Surah Almaidah 51
Allah ta’ala melarang ummat islam untuk mengambil yahudi atau nasrani sebagai pemimpin atau teman terdekatnya.

Allah ta’ala menjelaskan bahwa dalam pandangan yahudi dan nasrani kalian bukanlah teman dekat mereka, karena teman yang sebenarnya bagi mereka adalah golongannya.

Allah ta’ala menjelaskan bahwa ummat islam yang masih menjadikan yahudi nasrani atau orang kafir sebagai teman dekatnya atau pemimpinnya, maka dia akan menjadi bagian dari mereka,

Allah ta’ala menjelaskan bahwa muslim yang masih menjadikan orang yahudi nasrani dan orang kafir sebagai pemimpinnya adalah orang orang yang bersifat zolim, dan Allah tidak akan memberi petunjuk orang orang yang zolim.

Allah ta’ala menjelaskan bahwa ummat islam terbagi dua, ada yang adil ada yang zolim, yang zolim akan terjatuh dalam kesesatan ketika dihadapkan pada dua pilihan, hingga terjatuh dalam kenistaan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin,
Allah ta’ala menjelaskan bahwa orang orang yang zolim hatinya sakit, mereka akan bersegera menjadikan orang kafir sebagai pemimpin dengan alasan yang batil.

Apakah alasannya : mereka hawatir orang kafir menang, kalau menang paling tidak mereka masih memiliki jaminan karena telah mendukungnya. Mereka putus asa terhadap perolongan Allah.

Berfirman Allah ta’ala : Wahai orang orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang orang yang selalu menceemooh dan melecehkan agama kalian dari yahudi nasrani dan orang kafir lainnya sebagai teman dekat kalian atau pemimpin kalian, bertakwalah kalian kepada Allah kalian kalian benar orang orang beriman.

Almaidah 57

Allah ta’ala menjelaskan bahwa orang kafir akan selalu melecehkan dan mencemooh agama Allah. oleh karenanya janganlah kalian percayakan mereka menjadi teman dekat kalian atau pemimpin kalian.

Berfirman allah ta’ala : Wahai orang orang beriman janganlah kalian menjadikan orang tua atau saudara kandung kalian sebagai teman dekat kalian kalau mereka lebih condong lebih menyukai kekafiran daripada keimanan, barang siapa menjadikan mereka sebagai teman dekatnya, maka dia akan menjadi bagian dari mereka. Dan merekalah orang orang yang berbuat zolim.

Attaubah 23

Allah ta’ala menjelaskan bahwa jika ada ibu bapa kita atau saudara kita masih dekat kepada orang orang kafir, masih menjadikan orang kafir sebagai teman dekatnya atau pemimpinnya, maka jangan dekati mereka, kalau kalian dekati mereka maka kalian semua adalah orang orang yang zolim.

Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan musuh musuhKu dan musuh kalian sebagai teman dekat atau pemimpin kalian, kemudian kalian royal kepada mereka, padahal mereka telah nyata kafir terhadap Alqur’an yang Allah turunkan kepada kalian.

Almumtahanah 1

Allah Ta’ala menjelaskan bahwa bahwa mereka adalah musuh musuh Allah dan rasulNya, dan musuh kalian.

Kesimpulannya :
Allah ta’ala menjelaskan bahwa orang orang kafir adalah musuh Allah musuh rasulNya, musuh Alqur’an, dan musuh kalian, musuh kesatuan, musuh kedamaian.

Allah ta’ala menjelaskan bahwa kalaupun ada orang tua kalian atau saudara kalian atau orang terdekat kalian yang menjalin hubungan dengan orang kafir dengan makna teman dekat atau pemimpin maka jauhilah mereka, karena mereka telah terkena penyakit dalam diri mereka, karena mereka adalah orang orang yang zolim.

Allah menjelaskan bahwa orang yahudi nasrani dan kafir akan selalu mencela dan mencemooh serta melecehkan agama kalian, akan selalu berusaha memperburuk citra agama kalian, akan selalu mengolok ngolok agama kalian, akan selalu menonjolkan keburukan agama kalian, akan selalu mentertawakan kalian.

Allah ta’ala menjelaskan bahwa seorang muslim yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau teman dekat dengan alasan keselamatan dimasa depan jika kemenangan berada ditangan orang kafir adalah orang orang yang putus asa dari rahmat Allah , dan mereka adalah orang orang yang zolim.

Allah ta’ala melarang kita untuk memilih orang kafir sebagai teman dekat atau pemimpin dengan alasan dakwah atau pendekatan agama, karena hal itu pasti sia sia, karena kedustaan tidak akan berbuah baik melainkan kebusukan serupa atau lebih busuk.

Allah ta’ala tidak melarang kita bermuamalah berniaga dengan orang kafir, atau bahkan kawin dengan yahudi atau nasrani, tapi melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai teman terdekat yang dapat berbagi rahasia kecil atau besar.

Tamsil atau contoh
Jika ada orang atau saudara kita yang selalu mencaci orang tua kita, selalu mencemooh dan benci kepada orang tua kita, apakah kita masih akan menjadikannya sebagai saudara, atau menjadikannya teman, apalagi teman dekat. Tentu jawabnya tidak, karena hal itu merupakan pengkhianatan.

Jika ada orang yang menjadi musuh Negara, musuh NKRI musuh kesatuan bangsa dan Negara, apakah kita akan menjadikannya teman dekat atau teman terdekat, tentu jawabnya tidak. Karena hal itu adalah pengkhianatan.

Jika ada orang yang kerjanya selalu mencaci dan menjelekan agama orang lain, menjelekan orang lain, apakah kita akan aman dari perbuatannya. Tentu jawabnya tidak, karena percaya kepada orang tersebut adalah kebodohan.

Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai golongan :

Golongan yang menjaga kestabilan Negara dan bangsa dengan segala cara, menjaganya dari segala bentuk pengrusakan moral yang pada akhirnya akan merusak jiwa kenegarwanan bangsa.

Golongan yang selalu mencari keuntungan walaupun harus mengorbankan Negara dan bangsa, yang mana golongan ini terlahir dari hilangnya moral dan sifat kesetiaan terhadap Negara dan bangsa.

Golongan yang selalu mengganggu kestabilan Negara dan bangsa dengan segala cara, baik dengan cara yang kotor atau yang halus, hingga berani mengorbankan banyak harta demi merusak moral bangsa dengan berbagai bentuk kemaksiatan, dari prostitusi hingga pornografi hingga menyebar obat obat terlarang ditengah masyarakat.

Golongan yang berusaha memenjarakan berbagai pihak, khususnya dari kalangan pejabat, dengan memasukan mereka dalam perangkap scandal, hingga mereka para pejabat tersebut mandul dan tidak lagi berani berjuang demi Negara dan bangsa atau agama.

Golongan yang berani berkorban demi Negara dan bangsa walau akibatnya harus terbuka lembaran scandal mereka. Karena dalam pendangan mereka, agama Negara dan bangsa lebih berharga dari hidupnya. Karena mereka yakin dengan kuat bahwa semua kesalahan pasti akan terampuni jika dibayar dengan penyelamatan Negara dan bangsa. Bahkan dia akan dicatat dan dikenang oleh semua anak bangsa untuk selama lamanya.

Semoga catatan ini bermanfaat bagi saya bagi saudara saudaara saya seagama dan sebangsa. Mari jaga NKRI dengan mengusir semua bentuk pelecehan terhadap Negara atau agama dan bangsa.

Indonesia tanah air tercinta, dikaruniakan kepada bangsa yang cinta damai sejahtra, Indonesia kaya dengan beragam nikmat dan karunia, Emas berlimpah intan berlian terhampar, minyak gas bumi bebatuan hingga uranium termahal, hamparan hutan tumbuhan buah buahan sepanjang mata, Semuanya adalah karunia yang harus dijaga dan dinikmati oleh anak bangsa.

Apakah bansga lain tidak iri terhadap kekayaan tanah air tercinta, seperti irinya kita jika tetangga memilki kelebihan yang tidak kita miliki, ataukah mereka berhati suci hingga tidak menengok harta kekayaan Negara dan bangsa.

Lalu kenapa kita diseret kepada satu system yang menjadikan kita sebagai budak ditanah air tercinta, tanah lahir kita sebagai bangsa Indonesia yang mulia, apakah anak bangsa telah menjadi pengemis dinegara sendiri, ataukah memang kita telah menjadi budak mereka.

Kemana anak anak para pejuang yang memilki jiwa yang mulia, yang tidak akan rela melihat satu tumbuhan dipetik oleh orang lain tanpa izin, atau menangis ketika melihat orang lain merusak eko system Negara dengan berbagai dalih ekonomi yang menguntungkan sekelompok orang tapi merugikan Negara dan bangsa.

Memang kita telah dipasung dan dipenjara oleh keadaan dan situasi yang kita lakukan sendiri, namun tidak ada kata terlambat selama nyawa masih berada dalam jiwa. Marilah bangkit wahai saudaraku sebangsa dan setanah air, mari tumbuhkan kepercayaan diri kita, jangan takut dengan ancaman atau perangkap yang telah mereka letakan dileher kita.

Karena pasti kebaikan akan menghapus segala keburukan walau keburukan itu seberat gunung atau seluas langit. Demikian janji Allah kepada para hambaNya yang ingin kembali dan membangun dirinya.

(Hb. Salim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here