Beranda Ekonomi Lahan Fiktif PT Antam di Sarolangun, Pantas di Usut Tuntas

Lahan Fiktif PT Antam di Sarolangun, Pantas di Usut Tuntas

0
BERBAGI
Lahan Fiktif diperjual belikan, PT Antam Harus diusut tuntas

radarkotanews – Pada Januari 2011 Perusahaan Milik Negara PT Aneka Tambang (ANTAM)  mengakuisisi lahan tambang batubara milik PT Indonesia Coal Resources (ICR) senilai RP. 92,5 Miliar. Tambang ICR yang berada di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, tersebut diharapkan akan memenuhi target produksi batubara yang telah ditargetkan oleh PT Antam. Konon katanya Tambang ini memiliki cadangan batubara sebanyak 8,25 juta ton. Dari sisi kualitas, batubara tambang Sarolangun memiliki kalori rata-rata sekitar 5.300 hingga 5.500 kilo kalori per kilogram.

 

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sarolangun Jakarta Raya (HIMSAR Jaya) Fazin Hisabi melihat adanya kebusukan kesepakatan jual beli lahan seluas 400ha, dengan harga Rp. 92.5 Milyar yang dilakukan oleh PT.CTSP, PT TMI dam M.TOBA, ICR. Rencananya lahan tersebut sebagai perluasan pekerjaan batubara.

Penilaian Ketua Umum HIMSAR JAYA yang juga seorang pengamat muda asal Jambi ini, ternyata benar bahwa tidak ditemukannya data geologis lahan tersebut .

“Lahan itu fiktif tidak ada data geologisnya,” ucap Fazin dijakarta (30/8/16).

Lanjut Fazin, laha dengan luas 201 ha tidak sesuai dengan perjanjian jual beli. Sedangkan lahan yang ada tidak dikerjakan dengan alasan kandungan kalori batubara rendah dan lokasi tambang sangat jauh dari pelabuhan. Tidak hanya itu, terakhir setelah ditelusuri secara teliti, lahan yang telah di belipun sebenarnya merupakan lahan yang telah dibebaskan sebelumnya.

“Hal ini jelas mengakibatkan kerugian negara dengan nilai miliaran rupiah,” tandasnya.

Lahan Fiktif diperjual belikan, PT Antam Harus diusut tuntas
Lahan Fiktif diperjual belikan, PT Antam Sorolangun Harus Diusut Tuntas

Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Sarolangun Jakarta Raya menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Meminta kepada KPK, Kejagung dan Polri untuk mengusut tuntas dan memeriksa SELURUH DIREKTUR PT. Antam terkait akuisisi lahan fiktif di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi yang merugikan negara sebesar RP. 92,5 Miliar
2. Mendesak Kementerian BUMN dlm hal ini sbg pemegang kendali terhadap perusahaan2 BUMN utk mencopot Bpk Tedy Badrujaman ( Dirut PT Antam Tbk ), Bpk I Made Surata ( Direktur SDM PT Antam Tbk ), dan Hary Wijayantob ( Direktur CSR PT Antam Tbk ) dari jabatannya.

HIMSAR JAYA juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat melakukan aksi demonstrasi di Beberapa titik yaitu Kantor Pusat PT. Antam, Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Mabes Polri dan Kantor Kejaksaan Agung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here