Beranda Nasional Kronologis Perlawanan Petani Karawang Terhadap PT Pertiwi Lestari

Kronologis Perlawanan Petani Karawang Terhadap PT Pertiwi Lestari

0
BERBAGI

Radarkotanews.com, Jakarta – Pembuatan jalan yang dilakukan oleh PT Pertiwi Lestari hampir memasuki lokasi petani. menuai protes pasalnya, hasil dari pemantauan warga aparat keamanan gabungan yang berjaga di lokasi berjumlah 800an pasukan yang terdiri dari TNI, POLRI, SATPOL PP, dan Brimob.

Sementara, petani yang siap menghadang alat berat masuk lokasi petani cuma berjumlah 150 orang, dari orang tua, ibu-ibu, dan anak-anak muda, biarpun Petani kalah jumlah dengan aparat keamanan. Petani tetap akan Bertahan mengamankan Lokasinya dari Perusahaan.

Kronologis Konflik Agraria Petani Karawang

Minggu, 30 Juli 2016
Kapolsek teluk jambe barat menginfokan pada pengurus serikat tani bahwa PT Pertiwi Lestari akan melakukan pemagaran area yang disengketakan dengan pengawalan 4000 personel polisi (brimob, dalmas, dll)
Sore hari mobilisasi pasukan polisi sudah mulai dilakukan dan membangun tenda di lokasi.

Senin, 1 Agustus 2016
Pukul 08.00 : buldozer mulai bekerja diluar pagar areal yang dikuasai masyarakat.

Pukul 10.00 : Kapolres mendatangi posko petani dan menyampaikan tidak akan menggusur tapi hanya pengamanan. Mengundang perwakilan untuk pertemuan dengan muspida jam 2 siang. Dan buldozer tetap kerja diluar pagar tanah warga.

Pukul 02.00 – 05.00 : Rapat perwakilan dengan muspida isinya lebih pada pernyataan keberpihakan muspida pada perusaahaan. sementara, surat Menteri Agraria dan Tata Ruang yang isinya menstatusquokan lahan konflik dianggap tidak benar dan menyalahi aturan.

Pukul 19.00 – 24.00 : buldozer kerja terus menerus.

Pada hari Selasa, 2 Agustus 2016
08.00 : Buldozer dan escavator mulai bekerja lagi dengan pengamanan ketat polisi.

Pukul 12.00 : alat berat istirahat dengan kondisi sudah di depan persis pagar tanah warga.

Pukul 15.00 : Warga adu mulut dengan pihak PT Pertiwi Lestari. Secara sadar PT Pertiwi Lestari menyatakan akan melawan Surat Menteri ATR yang men statusquo kan areal konflik. Buldozer mulai kerja dan membongkar pagar tanah warga, warga melakukan perlawanan dengan memasang badan didepan buldozer. Buldozer menabrak warga dan beberapa warga pingsan. pada saat itu Kapolres menarik mundur pasukan dan mengganti dengan water cannon.

Pukul 17.00 : massa dari warga masih bertahan dan kapolres menyuruh lapor ke mabes kalo tidak terima.
Surat menteri bukan urusan dia ujarnya. Kapolres sudah jelas melanggar aturan dengan berpihak pada salah satu pihak yang berkonflik.

Adapun Warga yaang pingsan sbb :
1. Pak Madhari.
2. Bu Anis.
3. Pak Ganda
4. Bu Anih.

“Salam Gotong royong”

Aris Wiyono ( STTB )
081218829415/085773029434

Yoris Sindu (STN/GNP 33)
081369921360

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here