Beranda Politik KPU di Ambang Kegagalan Untuk Meyakinkan Hakim MK

KPU di Ambang Kegagalan Untuk Meyakinkan Hakim MK

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Dalam sidang sengketa Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi hari ini, Komisi Pemilihan Umum dianggap gagal meyakinkan publik dan juga hakim MK, melalui jawaban yang dibacakannya.

Demikian pendapat Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto di sela-sela skorsing sidang, di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

“Pihak termohon menurut kami gagal membangun narasi yang bisa menjawab permohonan-permohonan yang diajukan,” kata pria yang karib disapa BW itu.

Disampaikan BW, ada tiga alasan yang membuat dirinya yakin KPU telah gagal. Pertama, KPU menolak adanya perbaikan gugatan PHPU. Kedua, KPU menyebut cawapres 01 Ma’ruf Amin bukan bagian dari pejabat BUMN dan hanya merujuk pada aturan BUMN. Padahal, kata BW, putusan MK Nomor 21/2017 itu menetapkan anak perusahaan BUMN juga bagian dari BUMN.

“Termohon telah melakukan kegagalan yang sangat fundamental, apa itu, cawapres 01 dikatakan bukan menjadi pejabat dan anak cabang perusahaannya bukan BUMN hanya merujuk pada aturan BUMN saja,” kata dia.

“Padahal putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK no 48 tahun 2013, peraturan BUMN no 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU perbendaharaan negara, UU Antikorupsi, itu semuanya kalau dikecilkan, kalau disimpulkan bahwa anak perusahaan BUMN adalah BUMN, dan pejabat di anak perusahaan BUMN adalah mewakili representasi dari BUMN, bukan sekadar konsultan.”

Kegagalan ketiga, menurut eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi itu, terkait sistem penghitungan suara KPU. BW mengaku heran atas jumlah yang disebut KPU dengan hasil saat penetapan. Dia melihat ada perbedaan dari angka itu.

“Ini yang paling menarik, KPU di dalam penetapannya menyatakan bahwa jumlah TPS itu pada 21 Mei 2019 sebanyak 812.708, penetapan itu supaya jelas dan tidak dibilang hoax itu no 988, berapa jumlah TPS menurut penetapan ini 812.708, saya akan kemukakan hasil di situng versi 16 Juni, jumlah TPS-nya 813.336, saya bilang sederhana saja, bagaimana dia menjawab mengenai DPT siluman, jumlah TPS saja dia tidak mampu menjelaskan,” kata BW.

Karena tiga hal itu, BW merasa KPU telah di ambang kegagalan untuk meyakinkan hakim MK. Dan dari itu, ia yakin di Pilpres 2019 ini terdapat pelanggaran.(war)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here