Beranda Hukum Komisi III DPR RI, Tolak Capim KPK Yang Terlibat Kasus Penyelewengan Aliran...

Komisi III DPR RI, Tolak Capim KPK Yang Terlibat Kasus Penyelewengan Aliran Dana Ke 32 LSM

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Komisi III DPR RI akan segera menerima 8 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) dari Presiden Jokowi untuk diseleksi. Indonesia Police Watch (IPW) pun mengharapkan Komisi III meneliti dengan cermat para capim KPK tersebut.

“Kami juga minta Komisi III DPR RI mencoret capim KPK yang terlibat dalam kasus penyelewengan aliran dana KPK ke 32 LSM di era kepemimpinan Abraham Samad,” tegas Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Rabu (2/9/2015).

Dari penelusuran IPW, disebutkan ada sekitar Rp 96 miliar dana KPK yang mengalir ke 32 LSM. Dana KPK itu mengalir selama tiga tahun dengan tujuan yang tidak jelas. IPW menduga, Bareskrim Polri sudah memiliki data-data dan alat bukti yang akurat mengenai aliran dana Rp 96 miliar ke 32 LSM itu. Bahkan, ada data, tiga tokoh LSM anti korupsi mendapat dana khusus secara reguler dari KPK.

“Namun saat kasus ini hendak diusut, Bareskrim sepertinya diintervensi elit pemerintahan,” terang dia.

Sehingga, kata dia, pengungkapan kasus ini mandeg. Elit pemerintah itu khawatir, jika kasus ini diusut Polri akan timbul polemik dan kontroversial yang berkepanjangan. IPW mendesak Bareskrim jangan terpengaruh dengan intervensi pihak manapun. Bareskrim harus tetap profesional mengusut dan membuka dugaan
penyelewengan dana di KPK.

“Kasus ini harus dituntaskan secara transparan ke publik dan semua pihak yang terlibat harus diseret ke pengadilan. Siapa pun tidak berhak membagi bagikan dana KPK tanpa alasan yang jelas,” ungkapnya.

Menurut dia, penyelewengan dana Rp 96 miliar di KPK tidak boleh dibiarkan agar upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK benar-benar dipercaya publik.

“Dengan adanya kasus penyelewengan dana Rp 96 miliar ini Komisi III harus bersikap tegas agar tidak meloloskan capim KPK yang terlibat,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Komisi III harus meminta capim KPK yang terlibat memaparkannya secara transparan mengenai aliran dana ke 32 LSM itu, untuk kemudian mendesak Polri agar mengusut kasus itu secara transparan.

“IPW berharap Komisi III mampu melahirkan pemimpin KPK paradigma baru, yang tidak tercemar dengan masa lalu, yang bisa membuat KPK kembali terseret seret dalam masalah hukum, seperti kasus penyelewengan aliran dana Rp 96 miliar ke 32 LSM,” pungkasnya.

(ans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here