Beranda Politik Kominfo: 91,30% Sosial Media Berada di Puncak Hoaks

Kominfo: 91,30% Sosial Media Berada di Puncak Hoaks

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Hendrasmo menyampaikan bahwa berita bohong alias hoaks jumlahnya terus meningkat. Bahkan ia mengatakan di sepanjang tahun 2019 ini, setidaknya 10 hoaks diproduksi setiap harinya.

“Kita baru saja merilis hoaks bulan Januari. Ada 350 hoaks, jadi setidaknya 10 hoaks per hari dan sekarang ini sudah darurat hoaks,” kata Hendrasmo dalam diskusi bertemakan “Implikasi dan Konsekunsi Bahaya Kampanye Menggunakan Hoax Pada Pemilu 2019” yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI) di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3/2019).

Kemudian ia menyampaikan bahwa hoaks yang paling banyak diproduksi adalah kaitannya dengan Capres-Cawapres.

“Hoaksnya soal kandidat capres cawapres. Dan mayoritas data kita 91,30% sosial media berada di puncak hoaks,” terangnya.

Isi yang berkaitan dengan capres cawapres itu kata Hendrasmo berkaitan dengan isu-isu yang sebenarnya direcycle. Beberapa diantaranya berkaitan dengan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) China.

“Tema-tema yang selalu berulang-ulang dengan angle yang berbeda, misal PKI kemudian TKA China, isu-isu agama, pendidikan agama dihapus, agama Yahudi diresmikan. Kemudian soal utang pemerintah dan LGBT,” ujar Hendrasmo.

Dari sekian banyak berita bohong yang bertebaran itu, Hendrasmo menyampaikan ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang sebetulnya tidak mampu melakukan identifikasi sendiri.

“Bagaimana masyarakat bereaksi, dan berdasarkan data kami masyarakat sangat sulit untuk mengidentifikasi apakah itu hoaks atau berita bohong,” paparnya.

“Agustus lalu, 75% hoaks itu tidak bisa diidentifikasi. Ukuran-ukurannya adalah emosional dan ideologi,” imbuhnya.

Terakhir, Hendrasmo menyampaikan jika pihaknya memiliki langkah nyata untuk mengupayakan agar masyarakat Indonesia terlepas dari masifnya berita bohong.

“Kominfo lakukan sosialisasi literasi digital. Kita kerjasama dengan kampus dan organisasi keagamaan,” tukasnya. (fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here