Beranda Hukum KMB Desak KPK Segera Seret Agung Sedayu Group

KMB Desak KPK Segera Seret Agung Sedayu Group

0
BERBAGI

 

RadarKotaNews – Sejumlah Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam Koalisiswa Mahasiswa Bersatu (KMB) gelar Konfrensi pers Bertajuk “KPK segera seret Agung Sedayu Group, Sertifikat HGB pulau D adalah sertifikat ilegal, Kepolisian segera atensi Sedayu Group dan BPN Jakarta Utara,” di Cafe dapur roti bakar jalan utan kayu, Jakarta, Senin (23/10).

Univ Borobudur, Rusdi mengatakan bahwa, direktur Utama (Dirut) PT Agung Sedayu Group (ASG), adalah aktor kasus sertifikat HGB Pulau D yang terbit tepat tanggal 24 agustus lalu, sebab kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait kasus dugaan suap Raperda tentang Reklamasi Teluk Jakarta kami rasa perlu di tindak lanjuti kambali.

“Benar bahwa KPK telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan suap pembahasan Raperda tentang reklamasi pantai utara Jakarta dan KPK tengah mendalami pertemuan di kediaman bos PT ASG. Sugianto Kusuma alias Aguan pada akhir 2015 lalu.”ujarnya.

Selain Rusdi, Univ Mputantular, Fais juga mengungkap bahwa nama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dan anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta M Sangaji hingga Ketua Panitia Khusus Reklamasi DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin. Pernah disebut sebut hadir dalam pertemuan Itu.

“Kenapa Aguan dan Taufik yang telah diperiksa KPK masih bungkam. Sementara Sanusi. melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti membenarkan adanya pertemuan tersebu.”tegas Fais.

Sementara Presedium BEM DKI, El Hakim, Ultimatum kepada PT Kapuk Naga Indah Anak perusahaan PT Agung Sedayu Grup segera KPK Periksa Aguan dan kepala BPN Jakarata utara, karea hadirnya Surat Ukur pada 23 Agustus 2017 dengan luas Tanah mencapai 3.120.000 meter persegi dan keluar sertifikat HGB tanggal 24 Agustus 2017 terbit sangat tidak masuk akal masyarakat tau proses ukur- Mengukur sampai penerbitan sertifrkat HGB Tentu akan Menempuh waktu yang cukup Iama.

“Reklamasi tetuk jakarta tidak di awali Dengan kajian, Apakah Perda sebaga dasar hukum sudah terbukti ampuh, Reklamasi belum ada dasar hukumnya, Surat Penerbtan HGB pulau D sudah di Keluarkan artinya Aguan dan BPN jakarta utara menabrak aturan.”Sesal El Hakim.

Di te.oat yang sama, Presiden Mahasiswa Jayabaya Ismail Marasabessy juga mengatakan bahwa kami mahasiswa akan membentuk jaringan Gerakan besar dan akan menduduki markas besar Polisi karena aroma Reklamasi di duga ada pejabat kepolisian yang melindungi Aguan dan BPN Jakarta utara.

Oleh karena itu kami dari koalisi Mahasiswa bersatu menyatakan sikap “Tangkap Mafia Relamasi” :

Pertama, Segera Tangkap dan Periksa PT Agung Sedayu Grup dalam kasus terbitkannya sertifikat HGB Pulau D yang Cacat hukum

Kedua, Bahwa kami yang tergabung dalam koalisi mahasiswa bersatu mengutuk keras Agung sedayu grup dan BPN jakarta Utara serta akan mendesak KPK dan Kepolisian agar segera Menyeret semua aktor yang teriibat dalam Reklamasi

Ketiga, Kami mengutuk segala bentuk kerja Proyek reklamasi. Tolak Reklamasi Kami akan datangi Gubernur terpilih agar Bersama-sama Medesak mantan Gubernur Ir. Joko widodo selaku Presiden untuk Menolak Rekalamasi. (fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here