Beranda Hukum Ketidakpuasan Harus Ditempatkan Pada Koridor Yang Pas Agar Tidak Menjadi Bola Liar...

Ketidakpuasan Harus Ditempatkan Pada Koridor Yang Pas Agar Tidak Menjadi Bola Liar dan Menyebabkan Distress

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Masyarakat kita ini berbeda dengan masyarakat lain masyarakat kita ini adalah masyarakat yang bebas oleh karena itu menurut saya bukan di situ jadi persoalannya Menurut saya kita lacak saja keputusan-keputusan kalau kita lihat putusan putusan MK maka disitulah titik permasalahan MK.

Begitu di katakan Anggota Komisi III DPR RI 2009-2014, Ahmad Yani, S.H.,M.H dalam diskusi yang bertajuk “Siapa Yang Tak Etis Dalam Kisruh Ketua MK?” Di kawasan Cikini, Menteng Jakarta pusat, Kamis (15/02).

Di jelaskan Yani, Mundur dan tidaknya seorang Hakim sebagai syarat agar diberhentikan secara hormat merupakan hak konstitusionalnya yang dijamin oleh konstitusi pasal 27 ayat 1 Undang Undang Dasar negara Republik Indonesia 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara bersama kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Hal tersebut kemudian tidak dapat dintervensi bahkan diintimidasi oleh pihak lain jika memang Profesor Arif Hidayat telah menerima melakukan pelanggaran kode etik sebagaimana yang telah dilaporkan oleh koalisi selamatkan Mahkamah Konstitusi kepada dewan etik dan Mahkamah Konstitusi, ada apa yang dikemukakan oleh Profesor Jimly sebagai etika fungsional.

Adanya gerakan yang mengatasnamakan brainly tas yang menginginkan Profesor Arif Hidayat mundur dari jabatan hakim konstitusi karena dianggap telah 2 kali melakukan pelanggaran patut dipertanyakan sebab etis kalau mereka yang mendesak mundur sang Hakim namun tidak melalui koridor dan cara-cara yang dapat Sikap penolakan terhadap Profesor Arif Hidayat.

Yani menilai, gerakan yang menginginkan blok mundur, dalam sebuah iklim demokrasi namun seperti yang sudah dijelaskan bahwa iklim demokrasi yang dibangun seharusnya disesuaikan dengan koridor hukum dan konstitusi negara kita sikap ketidakpuasan ini haruslah ditempatkan pada koridor yang pas agar nantinya tidak menjadi bola liar yang justru menyebabkan distress.

“Penyelenggaraan negara dalam menyelenggarakan bangsa dan menyebabkan resistensi terhadap warga negara dan penyelenggaraan berbangsa dan bernegara di Indonesia negara telah menyiapkan pranata-pranata pendukung untuk melaksanakan kehidupan ketatanegaraan ini.”terangnya.

Selain itu kata Yani, negara telah menyiapkan Pulau saluran-saluran konstitusional apabila kemudian terdapat ke tidak sesuaian antara keinginan warga negara dengan kebijakan kerja yang diambil negara. (Wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here