Beranda Ekonomi Kental Aroma Titipan Pengusaha Hitam, Buruh Tolak RUU Tax Amensty

Kental Aroma Titipan Pengusaha Hitam, Buruh Tolak RUU Tax Amensty

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menilai regulasi pengampunan pajak atau tax amnesty demi menarik dana yang “terparkir” di luar negeri merupakan kebijakan yang tidak adil.

Dijelaskan Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan bahwa Tax Amnesty menciderai buruh. Ketika buruh dikendalikan upahnya menjadi murah melalui PP 78/2015, orang yang tidak bayar pajak justru diampuni. Oleh karena itu, kaum buruh menolak keras tax amnesty dan tetap memperjuangkan agar PP 78/2015 harus dicabut.

“Rasanya buruh dan rakyat tidak pernah ada yang meminta agar para pengemplang pajak itu diampuni. Bahkan buruh yang paling taat membayar pajak. Sebelum upahnya diterima, sudah dipotong lebih dahulu untuk membayar pajak. Tetapi mengapa tiba-tiba pemerintah membuat kebijakan tax amnesty?”ujar Iqbal di jakarta,  kamis (14/04).

KSPI mengindikasi, ini pesanan para pengusaha hitam. Terlebih hingga saat ini belum ada yang bisa menjamin ketika ada pengampunan pajak, para wajib pajak “nakal” ini kemudian menjadi taat membayar pajak. Ada dugaan, para pelaku pengemplang pajak yang terdeteksi di Panama Papers akan beralih di Cayman Island jika pemerintah Indonesia berlakukan Tax Amnesty.

KSPI menilai, RUU Tax Amnesty yang dipercepat ada sangkut pautnya dengan mulai terbongkarnya skandal Panama Paper, dengan tujuan ntuk melepaskan diri dari jeratan hukum. Ketika di luar negeri banyak yang tersangkut Panama Paper mengundurkan diri seperti PM Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson dan pemimpin dunia lainnya, kita justru mempercepat RUU Tax Amnesty.

Oleh Karena itu Iqbal berpesan, jika pemerintah tetap melanjutkan pembahasan RUU Tax Amnesty, buruh akan kembali melakukan aksi unjuk rasa. Selain aksi setiap hari Rabu di MK dan MA untuk menolak PP 78/2015, dalam waktu dekat (may day), satu juta massa buruh di 27 provinsi dan lebih 200 kabupaten kota akan melaksanakan aksi bersama yang salah satu agendanya adalah menolak RUU Tax Amensty. bebernya.

“Perjuangan ini dilakukan karena kebijakan pemerintah saat ini sudah jauh dari cita cita reformasi, cita cita pendiri bangsa dalam UUD 1945.”tutupnya.(ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here