Beranda Politik Kejahatan Money Politic, Antara Regulasi dan Tradisi

Kejahatan Money Politic, Antara Regulasi dan Tradisi

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Drs. Susno Duadji, mengatakan money politic itu nyogok untuk membeli kursi dengan segala nama, apakah itu mahar atau lainnya.

“Itu adalah kesempatan kekebalan hukum agar hukum tidak menyalahkan dia dan ketiga adalah suara.”kata Susno dalam diskusi bertajuk “Membongkar Kejahatan Money Politic pada Pilkada 2018 : Antara Regulasi dan Tradisi!,” yang di gelar oleh Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), di DPP PGK Jalan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, selasa (10/07).

Dengan seperti itu suara rakyat suara tuhan suara rakyat suara duit. Money politik sulit diberantas karena kemauan. Malu panwas kalo yang lapor rakyat.

Pasalnya kata Susno, UU Pemilu tidak mengesampingkan UU KUHP dan UU KPK tidak sama sekali dikesampingkan dengan UU Pemilu. Oleh karena itu, Polisi, Jaksa dan aparat lainnya jangan nunggu Panwas, ini akan menjadi rusak dalam penanganan kecurangan Pilkada.

Dirinya berharap, aparat penegak hukum harus merubah KUHAP, Panwas hanya menangani pelanggaran yang menyangkut Pemilu, kalau berbau pidana diteruskan ke Aparat Hukum.

Ia mencontohkan, Kasus Lahat sepanjang suap ngapain polisi harus nunggu jangan kita menjadi mental bego. “Menyidik dalam menindak pemilu adalah yang paling gampang dalam penangannya, pelaku tidak satu orang pasti ada calon, tim sukses, dan lain-lain.”katanya.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here