KASBI: Diam Ditindas Atau Bangkit Melawan

RadarKotaNews – Sebentar lagi pihak pemerintah melalui menteri keuangan akan mengeluarkan kebijakan yang akan memberikan imbas terhadap buruh yaitu tentang penurunan batas pendapatan tidak kena pajak,

Demikian Di katakan Ketua Umum KASBI, Nining Elitos saat di konfirmasi oleh wartawan radarkotanews, di jakarta, Senin (24/07).

Oleh karena itu sambung dia, Konfederasi KASBI MENOLAK dengan tegas segala kebijakan yang memberikan beban buruh & rakyat secara umum semakin berat, kenapa selama ini upah buruh akibat adanya PP 78/2015 upah buruh ditekan semakin murah, inpres yang di keluarkan tentang Padat Karya justru melahirkan di daerah Upah buruh yang mayoritas perempuan di DISKRIMINATIF, PP no 36/2016 mengenai pemagangan upahnya berdasarkan kebijakan / kemampuan perusahaan & semakin melegitimasi manusia semakin di ekploitasi.

Nining menilai, Pencabutan SUBSIDI listrik 900 V yang biasanya setiap bulan 150 ribu – 200 ribu sebulan kini harus membayar 350 ribu – sampai 450 ribu, BPJS yang katanya jaminan sosial GRATIS dalam realitanya Bagi yang membayar iuran bisa menerima manfaatnya itu pun gak mudah bahkan banyak masalah pasien sering kali ditolak dengan alasan gak ada kamar, terlambat bayar atau karena belum ada uang mau bayar di putus manfaatnya dll, kini pemerintah mau mengeluarkan kebijakan yang akan memberikan beban terhadap rakyat,

LUAR BIASA REZIM SEKARANG MEMERAS KERINGAT RAKYATNYA, ternyata belum cukup memberikan penderitaan terhadap rakyat….HUTANG NEGARA, PEMBANGUNAN, KESEHATAN RAKYAT di tanggung oleh RAKYAT…

Kemana Sumber Daya Alam bangsa ini yang seharusnya mampu memakmurkan rakyatnya??????

Belum lagi kebutuhan pokok rakyat seperti beras, telur, minyak, cabe, bawang, sayur-sayuran dll semakin tidak terkendali alias NAAIIIIIKKKKK…….apalagi di desa harganya jauh lebih MAAAHHAALL

“Coba pemerintah berani gak ya memaksa pengusaha agar tunduk pada undang undang dan kebijakan-kebijakan yang ada di negeri ini? masih banyak pelanggaran Hak yang mendasar/yang wajib di berikan kepada buruh tidak diberikan, PHK semena-mena dll…”tantang Nining.

Ayo para perempuan, laki-laki, bapak, ibu, Buruh, Tani, kaum miskin, mahasiswa, pemuda dll….jangan hanya mengeluh, jangan hanya menggerutu, jangan hanya cacian….. tapi segeralah mengorganisir, membangun kekuatan bersama & melawan bersama bahkan memimpin di Negeri ini untuk benar-benar Mengabdi pada Kepentingan rakyat dan bangsa…(Adrian)