Jokowi Harus Mempertimbangkan Tokoh Muhammadiyah Masuk Kabinet

Jakarta, RKN – Saat ini Joko Widodo tengah mengotak-atik dan menggodok sejumlah nama yang bakal menjadi menteri di kabinet kerja jilid dua.

Tentunya proses penyusunan menteri-menteri itu harus mengakomodir semua kepentingan, baik kepentingan partai politik maupun non partai.

“Untuk mengakomodir kedua belah pihak itu kira-kira 45 persen dari partai dan 55 persen dari kalangan profesional, dan terdapat pula menteri muda.” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies (IPS), Alfarisi Thalib, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Alfarisi Thalib, kabinet kerja periode penutup ini harus menjadi momentum bagi Jokowi untuk membuat legacy yang besar untuk diingat dan dikenang bangsa Indonesia. Sehingga orang-orang yang mengisi kabinet dan menduduki jabatan menteri, bukan sebatas soal latarbelakang partai politik atau profesional semata.

“Yang lebih utama dalam kabinet Jokowi ini adalah tentang kapasitas, kapabilitas, kemampuan individu dalam mengelola pikiran dan visi presiden, dan dapat memberi teladan kepemimpinan, berkomunikasi baik kepada rakyat, peka dan sensitif terhadap penderitaan rakyat, dan tidak menimbulkan kontroversi.” imbuh nya.

Dikatakan Alfarisi Thalib, dari kategori-kategori itu banyak terdapat di Muhammadiyah. Dan tentu akan sangat siap bekerja jika mereka diberikan amanah.

“Dari sini saya sepakat dengan Buya Syafi’i Ma’arif, Presiden Jokowi harus mempertimbangkan tiga kuota menteri untuk Muhammadiyah.” kata Alfarisi Thalib.

Tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah) Abdul Mu’ti (Sekjen PP Muhammadiyah), Muhadjir Effendy, dan juga Sunanto atau Cak Nanto (Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah) diketahui adalah representasi anak muda.

“Ketiganya yang saya ketahui adalah orang-orang yang ikhlas dalam bekerja, teladan-taladan pemimpin yang bahkan melebihi apa yang disaratkan dalam memimpin, mengelola dan bekerja membangun bangsa.” ungkap Alfarisi Thalib.

Alfarisi Thalib menegaskan sosok Cak Nanto. Katanya sosok itu memiliki banyak pengalaman kepemimpinan di level nasional.

“Cak Nanti punya pengalaman saat memimpin di JPPR, dan sekarang ia memimpin organisasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Pengalaman ini membuktikan bahwa ia anak muda yang berpengaruh, cerdas, visioner, dan memiliki kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni.” tukas Alfarisi Thalib.

Alfarisi Thalib menyebut bahwa tokoh-tokoh Muhammadiyah harus dipertimbangkan oleh Jokowi untuk masuk dalam kabinet kerja. Karenan menurutnya mereka memenuhi kategori dan sifat kepemimpinan.

“Mereka juga merupakan representasi kelompok organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, yang tidak boleh diabaikan oleh Jokowi.” tutup Alfarisi Thalib.