Beranda Politik Isu Dua Kaki, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Angkat Bicara

Isu Dua Kaki, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Angkat Bicara

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan beberkan Partai Demokrat baru Last Minit menentukan Pilihan kepada Prabowo-Sandi, kemudian PKS dan PAN sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu bahwa akan bergabung dengan bapak Prabowo, sementara partai demokrat tidak

“Kami baru memutuskan setelah mulai atau akan bergabung pada 24 Juli 2018 setelah bapak Prabowo bertandang ke kediaman bapak SBY, ini supaya semua tahu.”kata Syarif dalam diskusi dialektika Demokrasi bertajuk “Isu Dua Kaki Demokrat Ganggu Parpol Koalisi “di gedung DPR RI, jakarta, kamis (13/09).

Setelah itu sambung dia, ada timbal ada hubungan balik lagi untuk mendalami,  bagaimana agar koalisi ini bisa terjadi, maka pada tanggal 30 atau 29 Juli  2018 Conform kita merapat ke koalisi ini, itu secara non Formal.

Formalnya adalah tanggal 10 Agustus ya sekarang ini tanggal 13 September,  jadi belum sebulan, bayangin saja, kenapa saya mengungkap belum sebulan, karena sebelum kami memutuskan untuk mendukung Prabowo tanggal 10  Agustus itu, SBY menginstruksikan kepada seluruh ketua DPD seluruh Indonesia, untuk melakukan survei internal di seluruh kader partai Demokrat .

“Jadi survei internal yaitu itu minta persetujuan atau pandangan, apakah kita itu mau dukung Jokowi atau dukung Prabowo, jadi kita betul-betul dari bawah dan murni tidak ada pengkondisian dulu, inilah salah satu ingin saya sampaikan secara gamblang mengapa hal ini terjadi,”ungkap dia.

Pasalnya, dalam hasil survei itu, dikumpulkan seluruh Indonesia dari 34 provinsi untuk seluruh kader partai Demokrat, hasilnya adalah hampir 80% itu mereka memilih Prabowo, sisanya itu mereka memilih Jokowi.

“Jadi apa yang di tengarai sekarang ada satu, dua tiga kader karena ini memang aspirasi betul-betul, Mengapa mereka begitu, karena seluruh kader partai Demokrat menginginkan agar yang dicalonkan itu adalah kader partai Demokrat sendiri, jadi realistis dong…”ujarnya.

Menurutnya, lebih dari 20% itu memang kebanyakan dari Jawa Timur, Papua, NTT,  urutannya Jawa Timur paling tinggi kemudian Papua, kemudian NTT, Bali kemudian Sulawesi Utara itu hanya puluhan puluhan orang saja, jadi seluruh Indonesia ada semua.

Itulah yang menjadi kewajiban kami sekarang DPP ini, meyakinkan kepada mereka yang 20 % itu agar mereka memilih Prabowo dengan alasan-alasan, satu, dua,tiga, empat dan lima.

Karena mereka mungkin belum tahu, apa dan kenapa, mereka hanya di hadapkan kepada dua opsi, mau milih Jokowi atau Prabowo, itulah kira-kira kondisinya.

Selain itu, kami juga menyatakan solid bahwa kami mendukung Prabowo-Sandi dan kami yakinkan bahwa kami akan usahakan yang 20 % itu kurang lebih agar supaya mendukung Prabowo-sandi  dan kita masih punya waktu kurang lebih  6 bulan, kalau ada satu atau dua dari sekian itu ya menurut data statistik di dalam mengevaluasi suatu kesimpulan berdasarkan data statistik, data statistik itu kalau satu, dua ,tiga itu juga dieliminir,  dianggap tidak ada, karena tidak berpengaruh signifikan. Jadi saya pikir itu, Itulah yang ingin saya memberikan sedikit latar belakangnya.

“Kedepan ini ada ada Pileg ada Pilpres,  jadi partai Demokrat mengatakan, kita harus menang dipilih pemilu legislatif,  karena ini momen kita juga, kita harus besar, partai kita harus besar, kita harus menang meraup suara sebanyak-banyaknya, itu menjadi prioritas,”katanya

Prioritas yang lain adalah kita harus mendukung penuh dan dan mengharapkan dan mengusahakan secara maksimal, Insyaallah pasangan Prabowo sandi menang di Pilpres 2019

Trakhir Syarif menambahkan, mudah-mudahan Ini bisa memberikan pencerahan secara keseluruhan, do’a kan mudah-mudahan Partai Demokrat bisa menjadi salah satu pemenang pemilu legislatif dan Insyaallah gerakan ganti presiden 2019 akan menjadi kenyataan,  Prabowo menjadi presidennya dan Sandi menjadi wakil presiden.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here