Beranda Politik ISS: Isu Politik Dinasti Tengah Hangat di Sulawesi Selatan

ISS: Isu Politik Dinasti Tengah Hangat di Sulawesi Selatan

0
BERBAGI

RadarKoraNews – Direktur Strategy Indo Survey & Strategy (ISS), Karyono Wibowo, mengatakan Pilkada 2018 mempunyai korelasi dengan Pilpres dan Pileg 2019 artinya siapa yang menang di Pilkada 2018 akan menentukan kemenangan di pileg atau Pilpres 2019 akan tetapi menurut saya itu Tidak berlaku dan belum tentu.

Di Sulsel merupakan sentral gerakan politik di Indonesia timur dan mempunyai pengaruh sampai ke jakarta menurut saya perlu duketahui dinamika pilkada di Sulsel.

“Survey ini metode multistage random sampling pengumpulan data dsb.”kata Karyono dalam Diskusi dan Konferensi Pers yang bertajuk “Hasil Survei Dinamika Pilkada Sulawesi Selatan Dan Potret Politik Dinasti” dan “Tiga Pasangan Cagub Barsaing di Pilkada Sulsel” yang digelar Indo Survey dan Strategy (ISS) di Restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta, Minggu (04/03)

Dijelaskan Karyono, tingkat pengenalan kandidat pilgub Sulsel belum ada mencapai 80% tingkat pengenala kandidat paling tinggi adalah Ichsan Yasin Limpo (IYL) 76,7% menyusul kedua adalah Aziz Kahar Muzakar (AKM) 66,6% dan posisi ketiga Nurdin Halid (NH) 61,8%. Selanjutnya andi Mudzakar, Nurdin Abdullah Agus Arifin Nu’mang, Andi Sudirman Sulaiman dan Tanribali Lamo.

“Data survei tersebut menunjukan bahwa kekuatan kandidat masih dalam posisi berimbang terutama 3 pasangan ketat.”katanya.

Ketatnya persaingan dilihat dari elektabilitas pasangan calon gubernur baik dalam pertanyaan tertutup maupun pertanyaan terbuka atau top of mind yang menunjukan kinsistensi antara elektabilitas pasangan calon dengan elektabilitas cagub yang paling dominan dimana ada tiga nama tersebut yaitu Nurdin Abdullah, Nurdin Chalid dab Ichsan Yasin Limpo.

Dalam pertanyaan tertutup menurut Karyono, hasilnya yaitu Ichsan Yasin Limpo, Nurdin Abdullah, Nurdin Halid.

Sementara utuk calon Wakil Gubernur adalah sosok Aziz Kahar Muzakar yang menjadi pasangan Nurdin Halud, Andi Mudzakar-Andi Sudirman Sulaiman, Tanribali Lamo masih rahasia.

Data tersebut merupakan menunjukkan bahwa semua pasangan masih memiliki peluang menang, namun dari semua peluang pasangan Nurdin Halid -Aziz Kahar Muzakar memiliki peluang besar karena AKM wakilnya memiliki berpotensi memberikan kontribusi suara, jika dilihat dari elektabilitas cawagub adalah figur AKM mampu dikapitalisasi untuk menulang suara.

Pasalnya, Survei ini memotret sebuah isu lokal diantaranya isu politik dinasti yang tengah hangat kembali politik dinasti Sulawesi Selatan.

Karyono menilai, Potensi penolakan politik dinasti semakin tinggi masyarakat mendengar dan memahami politik dinasti hal ini perlu menjadi warning bagi IYL yang merupakan keluarga politik dinasti Yasin limpo, ini bisa menjadi kelemahan IYL, sebab kata dia, peringatan ini berlaku bagi kandidat siapapun dan dimanapun jika ada gerakan penolakan terhadap politik dinasti secara masif dan struktural serta sistematis yang mampu membangun kesadaran masyarakat maka gerakan tersebut akan efektif untuk menurunkan elektabilitas.

Namun dalam sebuah fakta empirik justru kandidat yang berasal dari keluarga kerap memenang pilkada disejumlah daerah.

“Pengambilan survei ini pada 19-24 feb 2018 dengan menggunakan metode Multi stage random sampling dengan jumlah responden 800 dengan margin of error 3,5%. Wawancara secara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner, menggunakan sistem quality control yang ketat.”ungkap Karyono.(Dayat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here