Beranda Nasional Ini Sikap KMMSAJ Atas Putusan Mahkamah Agung Terkait Pengelolaan Air di Jakarta

Ini Sikap KMMSAJ Atas Putusan Mahkamah Agung Terkait Pengelolaan Air di Jakarta

0
BERBAGI

 

RadarKotaNews – Jakarta ini pertama kali mengemuka sekitar 2004, kasus jakarta nongol dan salah satu bukti para pekerja Perusahaan Air Minum (PAM) sudah sandra-sandraan pada tahun 1997- 1998.

Demikian disampaikan M. Reza Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air, M. Reza saat Konferensi Pers Pernyataan Sikap KMMSAJ atas Putusan Mahkamah Agung terkait Pengelolaan Air di Jakarta yang di gelar koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta (KMMSAJ) di Gedung LBH Jakarta, Jalan diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/10)

Lebih lanjut Reza mengatakan bahwa Jakarta di bagi 2 konsesi pengelolahan air, sebab kata dia, putusan ini memperkuat pijakannya di hukum bahwa privatisasi air merupakan kebijakan yang inkonstitusional, melanggar HAM dan merugikan negara setelah putusan Mahkamah Konstitusi terhadap pengujian kembali UU Sumber Daya Air.

Selain itu Reza mengajak seluruh warga masyarakat untuk konsolidasi mengawal pelaksanaan putusan untuk mengembalikan air sebagai hajat hidup orang banyak yang harus dikelola negara untuk sebesa besarnya kemakmuran rakyat.

Selain Reza, Direktur LBH jakarta, Alghiffari Aqsa juga mengatakan, ada banyak warga negara yang tidak bisa mengakses air bersih, orang yang tidak mampu membayar akses airnya dan kualitas airnya buruk, menurutnya hal ini sangat merugikan warga negara kita, dan bayangkan warga di bebani dengan harga air menjadi mahal.

“Putusan mahkamah agung dengan jelas, kembali ke perda 13 tahun 1992 dan tentang PAM Jaya, bahwa pengelolah air harus mematuhi hak sosial dan budaya, Hal ini karena mengakibatkan hilangnya kewenangan negara.”tegasnya.(Danu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here