Beranda Nasional Haris Rusli: Keadaan Negara Reformasi Dapat Diibaratkan Pasien yang Sedang Koma

Haris Rusli: Keadaan Negara Reformasi Dapat Diibaratkan Pasien yang Sedang Koma

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Keadaan Negara reformasi dapat diibaratkan persis pasien yang sedang koma dan dirawat di ICU. Rasanya sangat sulit untuk bisa memastikannya hidup kembali. Medical treatmen yang sedang dilakukan ternyata gagal meringankan penyakit yang sedang diderita.

Hal tersebut di sampaikan Petisi 28, Haris Rusli Moti dalam acara bincang Konsolidasi dan buka puasa bersama, bertajuk” Kerukunan Reformasi Penyelewengan Konstitusi dan Pembajakan Kedaulatan Rakyat” di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta pusat, Minggu (19/5/19)

Lebihlanjut menurut Haris, penyelenggara negara yang bertindak sebagai dokter, gagal memahami kondisi yang sedang dihadapi. Akibatnya virus kanker justru makin ganas menggerogoti tubuh justru setelah dilakukan medical treatment.

“Kenapa negara justru diam ketika 600 an orang petugas KPPS mati misterius secara simultan? Bukankah dengan demikian mereka telah mencampakkan konstitusi ketika mereka tidak peduli di saat ada 600 petugas KPPS mati misterius?,”tegasnya

Masih kata Haris, Bukankah Presiden maupun Parlemen mereka telah bersumpah untuk menjalankan konstitusi seadil adilnya? Kenapa mereka sepertinya takut untuk mengusut sebab di balik kematian warga negara tersebut?

“Apakah dengan demikian mereka bisa dicurigai jangan jangan mereka justru terlibat menciptakan sebab dibalik kematian 600 orang petugas KPPS tersebut?,”katanya

Meski demikian, dulu melalui sejumlah aksi unjuk rasa, tak luput mereka menuntut agar hukum ditegakkan tanpa diskriminasi. “Katanya keadilan harus tegak walaupun langit runtuh. Tetapi ketika mereka menggenggam kekuasaan, mereka justru diam dan bahkan mendukung ketika hukum ditegakkan secara tebang pilih.”

“Kini mereka justru menjadi bagian yang terlibat di dalam pembajakan kedaulatan rakyat yang dilakukan oligarki jahat.”tutup Hatis.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here