Beranda Nasional GSBI DKI : Mendukung Perjuangan Buruh PT. ERA Melawan PHK dan Kebebasan...

GSBI DKI : Mendukung Perjuangan Buruh PT. ERA Melawan PHK dan Kebebasan Berserikat

0
BERBAGI

Pekerjakan Kembali Buruh Yang Di PHK Dan Berikan Kebebasan Berserikat Sejati Bagi Buruh PT. Elastik Reka Aktif

RadarKotaNews – Hak berkumpul berserikat dan menyampaikan pendapat melalui lisan dan tulisan adalah hak melekat bagi seluruh rakyat Indonesia, Selain diatur dalam Pasal 28 UUD 1945, hak untuk  berserikat dan berkumpul juga telah dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan Pasal 24 ayat (1) UU HAM. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945:“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Demikian disampaikan Kordinator Gabungan Serikat Buruh Indonesia DKI Jakarta (GSBI DKI Jakarta), Sujak Supriyadi dalam pesan tertulisnya yang diterima RadarKotaNews.com, kamis (7/11/18).

Bagi buruh Indonesia kebebasan berserikat secara khusus tertuang dalam Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Buruh/serikat pekerja yang lahir dari perjuangan panjang rakyat menentang pemerintahan Otoriter Soeharto melalui gerakan 98, Meski Undang-Undang 21 tahun 2000 telah menjamin kebebasan berorganisasi (ratifikasi Konvensi ILO No. 87 Tahun 1948).

“Kapitalis tidak akan pernah iklas menerima keberadaan serikat buruh di perusahaan bahkan menjaminan buruh secara bebas aktif menjalankan kerja-kerja organisasi. Sebab kapitalis tidak bisa leluasa bermanuver untuk menindas dan mengisap klas buruh untuk akumulasi keuntugan,”katanya.

Seperti yang dialami oleh buruh PT. Elastik Reka Aktif produsen kantong plastik merk Loco yang beralamat di Jl. Kapuk Raya no.88E RT.7 RW.3 Kapuk Muara Penjaringan Jakarta Utara. Pimpinan dan anggota Serikat Buruh Aneka Industri – Federasi Serikat Buruh Traspotasi Pelabuhan PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) yang di pecat dengan alasan pelanggaran Peraturan Perusahaan (PP) dan alasan lainya setelah membentuk serikat buruh di perusahaan di bulan Maret 2018

Selain pemecatan perusahaan juga melakukan intimidasi dan mutasi kerja bagi buruh yang menjadi anggota serikat tindakan demikian MELANGGAR pasal 28 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh berbunyi:

Siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh dengan cara:

a. melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi;

b. tidak membayar atau mengurangi upah pekerja/buruh;

c. melakukan intimidasi dalam bentuk apapun;

d. melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja/serikat buruh.

Adapun ancaman hukuman atas pelanggaran pasal 28 diatur dalam pasal 43, yaitu:

Barang siapa yang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 dikenakan sanksi pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 500 juta.

Berdasarkan situasi yang dialami oleh buruh PT. Elastik Reka Aktif atas kebijkan semena-mena melakukan pemecatan pimpinan serikat dan anggota Serikat Buruh Aneka Industri -Federasi Serikat Buruh Traspotasi Pelabuhan PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA).

“Kami GSBI DKI Jakarta sangat menyanyangkan kebijakan manajemen PT. Elastik Reka Aktif telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pimpinan serikat buruh serta mutasi buruh yang mengada-ada. Kami menilai bahwa tindakan tersebut adalah bentuk penghalang-halangan dan pengekangan kebebasan berserikat buruh PT. Elastik Reka Aktif dan pelanggaran Undang-undang Nomor: 21 tahun 2000 tentang kebebasan berserikat,”ungkap Sujak.

Untuk itu GSBI DKI Jakarta menyatakan sikap : Mendukung sepenuhnya perjuangan buruh PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) melawan segala bentuk intimidasi dan pemberangusan Serikat Buruh (UNION BUSTING) yang dilakukan manajemen melalui kebijakan PHK dan mutasi dan menuntut kepada Manajemen PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) untuk segera :

Pertama, Mempekerjakan kembali buruh PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) yang di PHK sepihak yang heketanya adalah skema union busting yang menyasar para pimpinan dan anggota serikat buruh.

Kedua, Mendesak Suku Dinas Tenaga kerja Jakarta Utara dan untuk menindak tegas pengusaha PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) yang melakukan pelanggaran peraturan ketenagakerjaan nomor : 13 tahun 2003 dan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000.

Ketiga, Mentuntut kepada pihak Polres Jakarta Jakarta Utara untuk tidak melakukan tindakan pengamanan yang berlebihan dalam mengamankan peserta aksi serta memberikan jaminan keamanan kepada buruh PT. Elastik Reka Aktif yang melakukan aksi secara bergelombang jelak Juli sd November 2018 dan seterusnya.

Selain itu GSBI DKI Jakarta juga menyerukan kepada seluruh buruh PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA) untuk terus bersatu padu dan mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan hak-hak demokratis buruh yang dirampas serta menyerukan kepada seluruh buruh di Jakarta secara khusus anggota GSBI DKI Jakarta untuk mendukung perjuangan buruh PT. Elastik Reka Aktif (SBAI-FSBTPI PT.ERA).(fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here