BERBAGI

RadarKotaNews – Mengingat semakin meningkatnya penderitaan rakyat sebagai akibat implementasi skema World Bank (WB) – International Monetary Fund (IMF) melalui berbagai kerjasama, “bantuan”, investasi dan utang, maka dengan ini Gerakan Rakyat Menentang WB-IMF, menggelar aksi unjuk rasa di Taman Aspirasi, depan Istana Negara Medan merdeka, Jakarta, Senin (30/07)

“Agenda ini diadakan sebagai wadah rakyat untuk bersama-sama menentang intervensi dan kepentingan lembaga keuangan global WB-IMF yang menindas dan memiskinkan seluruh rakyat Indonesia.”kata Presiden Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Rudi HB Damang.

Selain itu, aksi ini juga merupakan respon rakyat atas pertemuan tahunan IMF-WB yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 di Bali.

Di tempat yang sama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), M.Ali mengatakan bahwa dalam aksi ini pihaknya mengusung 6 tuntutan diantanya :

Pertama, Hentikan penggunaan dana APBN untuk pembiayaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Kedua, Hentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasama hutang dengan Bank Dunia.

Ketiga, Hentikan pembangunan proyek infrastruktur dan program reformasi agraria yang dibiayai oleh hutang dan investasi asing dan Laksanakan pembangunan yang mengabdi pada kepentingan rakyat.

Keempat, Cabut aturan dan kebijakan pemerintah yang memberangus kebebasan berkumpul, berpendapat, dan berorganisasi.

Kelima, Hentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan dan kesehatan, berikan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat.

Keenam, Wujudkan Reforma Agraria sejati, bangun industri nasional yang kuat dan mandiri.

Dalam aksi ini hadir sejumlah elemen yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menentang WB-IMF: Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) – Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) – Pemuda Baru Indonesia -(Pembaru) – Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia – (Kabar Bumi) – Jaringan Aksi untuk Perubahan Indonesia (JAPI) – KMS Banten – Front Mahasiswa Nasional (FMN) – Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) – UMC Banten – GMNI Jaksel – ELSAM – YAPPIKA – Transformasi untuk Keadilan (TuK) Indonesia – LiPS – Institute for National and Democracy Studies (Indies) – Komite Pendidikan Tinggi Nasional (KPTN).(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here