Beranda Hukum Gerakan Radikal Yang Begitu Cepat di Banding UU Teroris No 15 Tahun...

Gerakan Radikal Yang Begitu Cepat di Banding UU Teroris No 15 Tahun 2003

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Pengamat Undang-Undang (UU) Teroris Abdul Karim Munte mengatakan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah melakukan peringatan awal tentang akan terjadinya serangan teroris yang akan dilakukan pada saat Natal hingga awal tahun 2016. Apa yang jadi peringatan awal dari dua Institusi tersebut terjadi, sehingga BIN dan Polri beralasan bahwa kejadian tersebut karena adanya kelemahan dalam UU No. 15/2003.

Menurut Abdul, apabila dilihat UU No 15 tahun 2003 tentang pemberantasan Terorisme bergerak lambat sedangkan kejahatan terorisme bejalan secara cepat. UU ini bersifat reaktif artinya penegakan hukum baru dapat dilakukan apabila telah terjadi tindakan terorisme yang mengakibatkan korban masyarakat.

“Dengan kondisi ini maka perlu dilakukan revisi terkait hukum materiil dan hukum formilnya,” ucap Abdul saat  Dialog Kebangsaan yang bertajuk “Jihad Melawan Terorisme”di Aula Madya Kampus I UIN Syarif Hidayatullah, Jl. Ir H Djuanda no 95 Kel Cempaka Putih Kec Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan..

Masih menurut Abdul, untuk mencakup informasi Intelijen yang lebih luas maka dibutuhkan penyelidikan. Untuk itu perlu adanya revisi UU 15 tahun 2003 sebelum terjadi korban akibat terorisme.

Sedangkan dalam kesempatan yang sama Pengamat Media Radikal Khoirul Huda memuji tindakan pemerintah yang telah memblokir media yang dianggap pro dengan gerakan ISIS.

“Langkah pemerintah sudah tepat ruang gerak ISIS di Indonesia semakin sempit,” tuturnya.

Khoirul menilai sampai saat ini ISIS terus berupaya menyebarkan ajarannya melalui berbagai cara, salah satunya adalah media sosial yang sangat cepat beredar.

“Kelompok teror bukan hanya terkait ideologi, namun dorongan ekonomi dan rasa sakit hati terhadap penguasa,” tukasnya. (WWN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here