Beranda Politik Fondasi Moral Kurang Kuat di Masyarakat Maka Politik Uang Pasti Terjadi

Fondasi Moral Kurang Kuat di Masyarakat Maka Politik Uang Pasti Terjadi

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyebut Politik uang terjadi karena ada masyarakat yang fondasi moralnya kurang kuat.

Mantan Ketua MPR RI itu mengatakan, politik uang saat ini gencar terjadi di Indonesia. Bahkan, ia menyebut politik uang telah terjadi hingga ke level pimpinan tertinggi di Indonesia.

Masih kata Amien Rais, di negeri ini apa yang tak pakai uang. Dari kelurahan, kecamatan, izin ini itu, sampai ke departemen mesti uang, uang, uang.

“Nah, kalau uang itu hanya menyentuh lurah, camat, bupati, walikota, itu mungkin damage control-nya masih mudah. Tapi kalau yang kena itu pucuknya negara, ini adalah tanda dari sebuah kiamat kecil, kiamat bangsa bersangkutan,” kata Amien Rais, saat berbicara di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/19).

Kemudian, Amien yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menyinggung capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ia mengatakan, kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 karena kampanyenya didanai pengembang. Sebagaimana yang ada di situs berbagi video YouTube, Ahok dalam briefing dengan Pemda Jakarta waktu itu, mengatakan ‘Eh saya kasih tahu ya, kamu nggak tahu toh, Pak Jokowi itu menang presiden karena pengembang.’

“Jadi pengembang ini yang membayari kemenangan Pak Kowi ini, Pak Kowi,” kata Amien.

“Kalau orang Indonesia, (memanggil) kalau Pak Soeharto, Pak Harto; Pak Sutarno, Pak Tarno; Kalau Jokowi, Pak Kowi,” kata dia.

“Jadi ini politik uang ini bukan sekedar anggota DPR bayar calon konstituen supaya sampai ke Senayan. Ini masih ecek-ecek. Yang besar itu kalau sudah menyangkut ke pucuk pimpinan negara.”

Tumpulnya penegakan hukum kepada para elite, termasuk pihak yang mendanai Jokowi, menurutnya, hal itu dikarenakan politik uang melibatkan pimpinan negara.

Ia menyinggung soal kasus kebakaran hutan tahun 2015, yang dampaknya hingga Singapura. Amin menyayangkan Jokowi batal meneruskan kasus tersebut ke meja hijau.

Padahal, kata Amien, Pak Kowi mengatakan harus dibawa ke meja hijau siapa yang bakar hutan secara masif itu. “Saya tunggu, wah ini ada peristiwa besar. Dua minggu kemudian para penyumbang yang memenangkan itu datang ke istana,” kata dia.

“Kemudian kira-kira bahasanya begini, ‘Bapak, apa bapak lupa, dulu kami yang membiayai kampanye Bapak’, ‘Oh gitu toh, kalau gitu gak usah dilanjutkan,’” kata Amien saat memperkirakan percakapan yang terjadi antara Jokowi dan pengembang.

Dia mengimbau masyarakat waspada terhadap praktik politik uang. (id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here