Empat Akademis Dihadirkan untuk Pansel KPK

RadarKotaNews – Akademisi Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Yenti Ganarsih menjelaskan bahwa sejak 17 Mei untuk pansel KPK, kami melakukan tahapan seleksi. Di hari pertama kami rapat marathon dan langsung diberikan ke masyarakat terkait timeline dari agenda kami.

Setelah seleksi administrasi 376 peserta yang lolos 192 orang dan dilakukan uji kompetensi yang diselenggarakan di Pusdiklat Setneg dari hasil itu didapatkan 104 dan langsung mengikuti tes psikotes yang lolos sebanyak 40 orang.

“Semua tahapan itu kami lakukan dalam rangkaian rapat yang lolos ditahap berikutnya,”kata Yenti saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR dengan Panitia seleksi KPK di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin (9/9).

Meski demikian, semua tes tertutup tetapi untuk wawancara dan uji publik kita lakukan di publik sebanyak 20 orang dan dikerucutkan menjadi 10 orang.

Terkait masukan, kita semua menerima masukan-masukan yang ada. Selain itu, Kami membuka masukan untuk masyarakat baik dari email dan kebanyakan mengatakan bagus. Tentang rekam jejak, disini tidak ada. Rekam jejak ada yang bersifat rahasia.

“Saya bawa tetapi tidak saya tunjukkan karena bersifat rahasia.”jelasnya

Sebab kata dia, Rekam jejak hanya untuk kepentingan Pansel selama seleksi saja. Berkaitan dengan profile assessment dan psikologi. Itu ada aturan Undang-undang nya, dimana kami menjaga itu dan kami tidak ingin digugat. “Dalam hal yang sangat diinginkan, saya inginkan hal ini tertutup.”

“Ini semua harus kami jalani dan bertanggungjawab atas amanah yang diberikan Presiden kepada kami dan Kami sejak awal sudah kerja keras. Itu bagian dari dinamika yang ada.”tuturnya.

Pasalnya, Kami pertanggungjawabkan atas tugas-tugas Pansel yang diamanahkan oleh Presiden. Semua kami lakukan sesuai dengan apa yang diharuskan.

“Kami ada empat akademisi dan seharusnya dilakukan terkait kepantasan dan kelaziman yang ada disini.”tutupnya.(Adrian)