Beranda Ekonomi Impor Beras (lagi), Kemana Menteri Pertanian ?

Impor Beras (lagi), Kemana Menteri Pertanian ?

121
0
BERBAGI

RadarKotaNews – Dibukanya kran impor beras sebesar 500.000 ton jenis premium menjadi pertanyaan besar bagi saya, halo kemana menteri pertanian ?

Demikian dikatakan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI), Andi Fajar Asti kepada awak media di jakarta, Sabtu (13/01).

Pertama, bukankah menteri pertanian mengklaim sudah sangat berhasil membuka lahan baru untuk pertanian kita. Dan bahkan mengakui sudah menyalurkan bibit, pupuk dan alat pertanian modern untuk mendukung peningkatan produksi padi dalam negeri.

Kedua, kok kita tidak mampu merencanakan produksi padi yang bisa menutupi kebutuhan dalam negeri. Bukankah infrastruktur dan suprastruktur yang terkait pertanian sudah sangat memadai. Ratusan Balai dan Ribuan pegawai pertanian sampai kepelosok daerah sudah dibentuk tetapi persoalan beras kita terpaksa “menunjukkan” kebuntuan kita mengelola pertanian kita dengan negara tetangga.

Ketiga, bukankah beras adalah kebutuhan yang paling pokok dan secara matematis mampu dihitung diatas kertas berapa jumlah yang harus dikonsumsi setiap tahunnya. Dengan demikian akan sangat mudah untuk diantisipasi stoknya di gudang-gudang Bulog dan perusahaan pengumpul.

Dengan demikian, menurut Fajar, keputusan impor beras adalah sesuatu yang sangat memalukan sebagai negara agraris. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi negara yang yang mandiri kalau kedaulatan pangan kita hanya pepesan kosong.

Oleh karena itu, kami menyerukan kementerian sebagai “pembantu” presiden serius bekerja bersama bukan bersama-sama kerja akhirnya tidak terkoneksi antar kementerian.

Menurut dia, Semestinya menteri pertanian bertanggung jawab memberikan informasi akurat ke menteri perdagangan terkait ketersediaan pangan sehingga pasar tidak perlu kaget dan gegabah karena berdampak pada harga pasar yang sulit dikendalikan.

“DiTahun politik 2018, menteri yang ingin terjun dipolitik sebaiknya mengundurkan diri supaya bisa fokus bekerja dan tidak mengorbankan gagasan besar Jokowi-JK untuk kesejahteraan rakyat melalui program Nawa Cita.”tegas Fajar.(fy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here