Beranda Ekonomi Federasi Buruh Lintas Pabrik Tuntut Penghapusan Upah Padat Karya

Federasi Buruh Lintas Pabrik Tuntut Penghapusan Upah Padat Karya

50
0
BERBAGI

RadarKotaNews – Sejumlah massa gelar aksi bersama Tolak Padat Karya dari SBTPI, Bambu perempuan, FBLP, KPBI FSUI, Perempuan Mahardika, SBSI 92, GSMB, Jala PRT, GSBM, dan Pokja Buruh Perempuan, di depan Balaikota DKI Jakarta pusat, Sabtu (25/11). mereka Peringati 16 hari anti kekekrasan terhadap perempuan, dan menuntut penghapusan upah padat karya.

Federasi Buruh Lintas Pabrik, Bidang Perempuan, Dian, menekankan bahwa buruh menolak upah Padat Karya karena menganggapnya sebagai bentuk dukungan negara untuk pemiskinan sistematis terutama pada perempuan.

Mayoritas buruh di sektor padat karya merupakan perempuan,” jelasnya Alhasil, buruh perempuan menjadi korban utama dari pemiskinan dengan alasan untuk investasi ini.”ujar Dian dalam di sela sela aksinya.

Selain itu, turut disesalkan juga adanya kelompok buruh yang memberi legitimasi pada penerapan upah padat karya.

Ditempat yang sama, Perempuan Mahardika, Ika menganggap penetapan upah padat Karya bertentangan dengan Undang-undang. Sebab undang-undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 90 sudah menegaskan sanksi hingga 4 tahun dan denda hingga 400 juta bagi yang membayar buruh di bawah upah minimum.

Aksi ini juga untuk menggangap
bahwa ke depannya penerapan upah murah bisa terjadi tidak hanya di Jawa Barat. Namun, upah murah bisa diterapkan lintas provinsi dengan alasan yang mengada ada untuk kepentingan pemilik modal.

“Bojonegoro, buruh bahkan mesti mendapat imbalan jauh dari layak berupa upah umum pedesaan sebesar Rp 1.050 atau lebih rendah 500 ribu UMP.”tutup Ika.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here