Beranda Nasional Edysa Girsang : Ahok Tak Pantas Menjadi Panutan Rakyat

Edysa Girsang : Ahok Tak Pantas Menjadi Panutan Rakyat

0
BERBAGI

Radarkotanews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali menjadi sorotan publik karena sikap dan tindakannya. Ahok, sapaan akrab Basuki TP dituduh melakukan tindakan anti demokrasi sebagai pejabat public.

“Tuduhan ini mencuat di masyarakat lantaran Ahok marah dan memaki-maki bahkan melarang seorang wartawan media online untuk meliput di Balai Kota Jakarta (16/6).”

Ketua umum Badan Relawan Nusantara (BRN), Edysa Girsang menyayangkan sikap arogan Ahok terhadap wartawan yang bekerja untuk informasi public. Ingat!!! Balikota itu bukan perusahan milik pribadi.

“Di era Reformasi, pejabat public dituntut untuk tunduk terhadap undang-undang transparansi public dalam menjalankan pemerintahan. Untuk itu, media sangatlah berperan penting mewujudkan transparansi public itu. Seharusnya wartawan adalah teman bagi pejabat di negeri ini.” Ujar Edysa Girsang yang juga merupakan Bacagub DKI Jakarta dari PDI Perjuangan.

Eq, panggilan akrab Edysa juga mengatakan, bahwa seorang gubernur merupakan jabatan public yang harus tunduk terhadap peraturan mengenai transparansi public, sehingga sangat tidak pantas memarahi wartawan di Balaikota.

“Seharusnya Ahok sadar, bahwa Balaikota itu adalah milik public, bukanlah perusahaan swasta atau asset pribadi, demikian juga dengan jabatan gubernur yang merupakan jabatan pemerintahan negara bukan jabatan swasta yang bisa bertindak semena-mena terhadap public, karena terikat peraturan perundangan.”ujar Edysa di jakarta, senin (20/06/2016)

Anehkan, kenapa sih dia sepanik itu? Jangan-jangan benar pertanyaan wartawan soal aliran dana tersebut. Tegas Eq.

Untuk diketahui, pada kamis (16/6) Ahok mengusir dan melarang seorang wartawan media online melakukan peliputan di Balaikota karena tersinggung pada pertanyaan wartawan mengenai “aliran dana yang masuk kepada kelompok pendukungnya.”. Tindakan pelarangan dari Ahok ini berbuntut panjang dan menjadi bola salju di masyarakat.

“Masyarakat tentu akan memberikan penilaian kualitatif terhadap sikap dan perbuatan para pejabat pemerintah. Jika benar Ahok adalah pejabat anti Pancasila, maka jangankan mencalonkan diri di Pilgub 2017 nanti. Sekarang pun sudah gagal dia menjadi gubernur panutan rakyat.” Tutup Eq. (SA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here