Karyawan Sriwijaya Air Adukan Nasibnya di Kemenaker RI

RadarKotaNews – DPP Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air menggelar aksi di kantor Kemenaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/9). Mereka menolak penonaktifan 3 Direksi PT. Sriwijaya Air yang berimbas pada penurunan operasional penerbangan serta ada dugaan penekanan dan intimidasi kepada Karyawan.

Menurut koordinator aksi Pritanto Ade Saputro merasa dirinya bekerja dengan baik untuk perusahaan tapi malah dirinya diturunkan jabatannya menjadi staff

“Kita mendatangi Kemenaker karena ada kejahatan yang dilakukan oleh menejemen Sriwijaya,”tutur Pritanto

Oleh karena itu, ketua umum serikat pekerja Sriwijaya ini berharap Kemenaker mengambil tindakan untuk mengambil alih managemen yang sudah kmbali dipegang oleh pemilik saham

Sebab kata dia, sampai saat ini kami karyawan belum melihat usaha dari managemen untuk masalah Kerja Sama Managemen (KSM), apabila KSM ini tiba-tiba diputus, bagaimana kelanjutan dari perusahaan ini

Pasalnya, pemilik Saham memaksa kita untuk memilih, managemen yang baru atau manegemen KSM, apabila kami tidak mau memilih, kami diintimidasi seperti sudah ada contoh rekan kami yang dipindahkan mnjadi staff yang paling bawah

“Saya merasa terganggu dengan adanya military yang tidak punya ID Card sriwijaya masuk dan ikut dalam masalah managemen sriwijaya,”sesal Pritanto.

Sementara itu perwakilan Pilot Kapten Rudi Darwantyo mengatakan, dengan adanya kekisruhan di managemen berdampak adanya isu-isu penutupan sriwijaya yang menimbulkan keresahan diantara kami karyawan

Ditempat yang sama perwakilan dari managemen, Imam mengungkapkan
kekisruhan antara pemilik saham dan mitranya yaitu Garuda group

Oleh karena itu, sriwijaya harusnya dalam keadaan yang sangat baik setelah dillakukan kerjasama dengan garuda group. Pasalnya, kekisruhan disebabkan karena pemilik saham berencana untuk memutus kerjasama dengan garuda group

“kami datang kemari untuk meminta dukungan dari pemerintah untuk menyelamatkan kami,”tutur Imam.

Hal itu di tanggapi bidang pengawasan Kemenaker, Ibu Ida menyebut bahwa pengawas dengan mediator punya fungsi yang berbeda, baiknya supaya lebih clear, dari sini bapak/ibu membuat pengaduan secara tertulis dibawah serikat pekerja, lampirkan bukti-bukti

“kami dari kemenaker hanya bisa memperjuangkan hak-hak dari serikat pekerja.,”jelasnya Ida.(Adrian)