Din Syamsudin: Penerapan Sila ke-5 Pancasila, Jauh Panggang Dari Api

RadarKotaNews – Kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini telah mengalami defiasi, distorsi bahkan menyimpang dari cita-cita awal para pendiri bangsa. Sebab, sekarang ini ada semacam pergeseran dari cita-cita awal kemerdekaan.

Hal itu di sampaikan Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin dalam Sarasehan Muhasabah 74 Tahun Kemerdekaan RI, di Jakarta Selatan, Jumat (16/8/19).

“Ada semacam pergeseran dari cita-cita nasional yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa Indonesia yang rancang bangunnya ada dalam Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan Pancasila,” ujar Din

Ketua Wantin Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan, Pancasila terkesan hanya dijadikan sebagai slogan. Naasnya, lanjut Din, penerapannya jauh dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

“Kita mengklaim katakan berpegang pada trisakti Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan mandiri berkepribadian secara budaya, namun sebenarnya kita lupakan itu semua,” sesal Din.

Menurut Din, akan sangat berbahaya bagi Indonesia, jika hanya mengklaim dan memanipulasi Pancasila.

Sebagai contoh, sistem ekonomi Indonesia, jika dikaitkan dengan Sila Kelima yakni ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ jauh panggang dari api. Sebab, saat ini tidak ada keadilan, kesejahteraan yang dirasakan rakyat Indonesia, yang ada hanyalah kesenjangan.

“Ini jauh dari keadilan sosial yang dipesankan Pancasila,” tandasnya.