Beranda Ekonomi Dilecehkan dan Ditelantarkan Pemerintah, 15 September, 20 Ribu Guru dan Pekerja Honorer...

Dilecehkan dan Ditelantarkan Pemerintah, 15 September, 20 Ribu Guru dan Pekerja Honorer Kepung Istana

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Jelang satu tahun pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla, nasib guru honorer dan pekerja honorer kian tak menentu. Bagaimana tidak, saat ini derita guru honorer serta pekerja honorer belum juga berakhir. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pun yang berada dalam naungan KSPI menyikapi tegas hal tersebut.

Vice Presiden KSPI, Didi Suprijadi menyebutkan, bahwa sesuai undang-undang guru dan dosen no 14 tahun 2005 menyebutkan bahwa guru adalah pekerjaan profesional, salah satu tanda profesional guru adalah dimilikinya sertifikat mengajar bagi guru.

“Tapi Derita yang dialami oleh guru honorer sangat menyakitkan karena tidak mempunyai status akibatnya tidak bisa mengikuti sertifikasi guru.”Kata Didi dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (12/09/2015).

Didi menambahkan, walaupum belum punya memiliki status dan sertifikasi, tetapi untuk bekerja para guru honorer tetap bekerja full seperti layaknya guru yang berstatus PNS.

“Akibat tak punya status dan sertifikasi ujung-ujungnya penghasilan hanya 200 – 300 ribu saja per bulan. Tapi kerja seperti PNS. Ini sangat tidak manusia.” Tegasnya.

Didi pun mendesak pemerintah untuk secara konsisten dan konsekuen untuk melaksanakan UU Guru dan Dosen terkait penuntasan proses sertifikasi dan kualifikasi pendidikan guru tahun 2015.

Tak hanya itu, Didi yang juga salah satu Ketua di PB PGRI juga menuntut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengimplementasikan berbagai kebijakan “Pemuliaan dan Pengutamaan Guru” dengan desain peningkatan mutu dan kesejahteraan secara adil tanpa pilih kasih.   

“Guru itu harus dimuliakan, bukan dilecehkan atau direndahkan seperti ini.” Cetusnya.

Untuk Itu Didi pun menegaskan, Rencananya, pada Selasa 15 September 2015 esok, PGRI akan melakukan aksi mogok mengajar dengan menurunkan 20 ribu Guru yang akan mendatangi Istana Negara.

Selain dari DKI Jakarta, peserta aksi sendiri datang dari berbagai daerah Seperti Banten, JaBar, Jateng, Jatim, Lampung, Sumsel, dan perwakilan dari berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Selain itu, tak hanya di Jakarta, untuk para guru di tiap daerah pun juga akan melakukan aksi yang sama dengan mendatangi kantor Gubernur dan DPRD di tiap daerah masing.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kami, karena pemerintah telah melecehkan para guru yang notabene nya adalah para pendidik generasi penerus bangsa.” Tegas Didi.

“Aksi ini tidak main – main, kami sudah sangat kecewa betul.” Imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam aksi nanti, KSPI sebagai organisasi yang menaungi PGRI juga akan turut serta sebagai bentuk solidaritas bagi para guru honorer agar terpenuhi haknya oleh pemerintah.(Id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here