Beranda Hukum Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan Gedung UNPAK, Anggota BPK ini Layak di Periksa

Diduga Terlibat Korupsi Pembangunan Gedung UNPAK, Anggota BPK ini Layak di Periksa

0
BERBAGI

Radarkotanews.com – Indonesia Menggugat (IM) kembali melakukan aksi unjuk rasa di gedung Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), selasa (15/09/2015) 
Kedatangan ratusan massa dari Indonesia Menggugat (IM) ini terkait adanya tindakan manipulasi, kolusi dan kurupsi secara sistematik dan terstruktur yang di lakukan rektor dan wakil rektor II Universitas Pakuan Bogor.

Pasalnya, dari oknum dan rektor dan wakil rektor II yang diduga terindikasi korup dan dijadikan ‘boneka’ oleh orang dari luar Yayasan Pakuan itu, yakni Prof. Eddy Mulyadi, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurut Setjen Indonesia Menggugat (IM) Ade Mulyana, terdapat hal yang sangat mencoreng fungsi dan peran strategis instansi pendidikan di Universitas Pakuan Bogor yaitu adanya indikasi kuat tentang Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) secara sistematik dan terstruktur yang dilakukan oleh Rektor dan wakil Rektor II Unpak Bogor yang terindikasi dikendalikan oleh pihak diluar Yayasan Pakuan siliwangi yaitu Prof Dr. Eddy Mulyadi Soepardi yang merupakan anggota BPK RI.

“Dugaan KKN yang kami maksud, menurut pengambilan keputusan strategis tentang keuangan dan pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkuliahan di Unpak Bogor dia (Eddy-red) menjadi penentu kebijakan karena memiliki jabatan sebagai Penasehat Anggaran di Univesitas Pakuan Bogor,” kata Ade Mulyana di sela-sela aksinya.

Salah satu bukti bahwa adanya KKN adalah bahwa jabatan Prof. DR. Eddy Mulyadi Soepardi sebagai penasehat anggaran di Unpak Bogor terdapat dalam suatu surat yang diterbitkan oleh pihak Rektor Unpak Bogor yang telah ditandatangani oleh Rektor Unpak Bogor dengan nomor 16/Rek/2015 tentang surat pemanggilan pelaksanaan pembangunan gedung di Unpak Bogor ini.”Tutur Ade, selain itu di bagian tembusan yang tertulis di bagian kiri bawah surat tersebut tertulis nama Eddy Mulyadi Soepardi sebagai penasehat Anggaran Unpak Bogor.

“Berkenaan surat itu, banyak reaksi beragam telah muncul sebagai cermin kemarahan mahasiswa terhadap tindakan itu. Contohnya, yakni adanya penyebaran pamflet selebaran dan spanduk bertuliskan pernyataan sikap mahasiswa yaitu “Pecat Rektor dan Wakil Rektor II ‘Boneka’ yang dikendalikan oleh orang di luar yayasan yakni Prof. DR. Eddy Mulyadi Soepardi tersebut selaku anggota BPK RI” di lingkungan UNPAK Bogor,” pungkasya.

Maka dari itu, lanjut dia, mahasiswa UNPAK bersatu mendesak majelis kehormatan kode etik anggota BPK agar segera memanggil, memeriksa dan menyidangkan Prof. Dr. Eddy Mulyadi Soepardi yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik sebagai anggota BPK-RI. Jika terbukti bersalah maka majelis kehormatan kode etik BPK harus segera memberhentikan Prof. DR. Eddy Mulyadi Soepardi dari keanggotaan BPK RI.

Selain itu dia mendesak Kepala Bagian Resort Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar Polisi Republik Indonesia agar segera mengusut tuntas dugaan malpraktik kasus KKN pada proyek pembangunan gedung perkuliahaan di UNPAK Bogor yang diindikasi kuat dikendalikan oleh Prof. DR. Eddy Mulyadi sebagai anggota BPK-RI, sehingga membatasi peran yayasan dan bantuan presiden atau bantuan lain yang bersumber dari keuangan negara.

“Segera tangkap Rektor dan wakil Rektor II UNPAK Bogor jika terbukti bersalah, kami pun meminta kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar meminta penjelasan resmi kepada mereka tentang dugaan KKN pada proyek pembangunan gedung perkuliahaan kami yang melibatkan Rektor dan Wakil Rektor II, Ade berharap beliau (Eddy,red) segera diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan jika terbukti jelas-jelas bersalah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam aksi yang dilakukannya mahasiswa UNPAK Bogor terdapat perbuatan intimidasi dari pihak Dekan UNPAK Bogor dengan mengancam mahasiswa yang ikut berdemonstrasi. Mereka diancam akan di Drop Out (DO) dan itu merupakan arahan dari rektor sendiri untuk disampaikan ke mahasiswa yang turun aksi tersebut. Tentu hal ini sangat di sayangkan dengan adanya perbuatan intimidasi terhadap mahasiswa untuk mengungkap tindakan yang berbau KKN di UNPAK Bogor,” tutupnya.(F)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here