Beranda Nasional Diduga Telah Menabrak Aturan Dalam Beroperasi, FNMI Sambangi PT. Antam,Tbk

Diduga Telah Menabrak Aturan Dalam Beroperasi, FNMI Sambangi PT. Antam,Tbk

0
BERBAGI

RadarKotaNews РPT. Antam,Tbk merupakan perusahaan pertambangan yang terverifikasi dan terintegrasi secara vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang kaya akan bahan mineral, kegiatan PT. Antam,Tbk mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas biji nikel, ferronikel, emas, perak, bauksit dan batubara.

PT. Antam,Tbk juga sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki arus kas yang solid dan manajemen keuangan yang hati-hati dalam pengelolaan perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal.

Sebagai perusahaan pertambangan, PT. Antam,Tbk mengetahui bahwa kegiatan operasi perusahaan memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Perusahaan pertambangan harus peduli terhadap lingkungan hidup dalam pengembangan masyarakat agar pengelolaan perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Oleh Karena itu Front Nasional Mahasiswa Indonesia (FNMI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung PT. Antam,Tbk Jalan Letjen TB Simatupang, Jakarta selatan, Selasa (23/7).

Menurut Koordinator Front Nasional Mahasiswa Indonesia, Fahmi Muhammad bahwa PT. Antam,Tbk yang di pimpin oleh Arie Prabowo Ariotedjo telah menjadikan perusahaan ini menabrak semua aturan perusahaan dalam beroperasi. Dalam hal ini, terjadinya kesalahan-kesalahan SOP (Standar Operasional Prosedur) Butik Emas Antam di cabang Surabaya pada bulan April 2018 yang tidak diselesaikan sampai sekarang. Hal itu kata dia, menjadi kesalahan besar dan menghilangkan peran perusahaan tambang sebagai warga perusahaan yang berintegritas (good corporate citizen).

Pasalnya, dalam kasus penyelewengan SOP Butik Emas Cabang Surabaya telah mengakibatkan kerugian negara sebesar 91 miliyar. Arie Prabowo Ariotedjo sebagai Direktur Utama PT. Antam,Tbk dan Aprilandi Hidayat Setia sebagai Direktur Niaga bertanggung jawab penuh dalam hal tersebut.

“Kami dari Meminta agar kasus penyelewengan SOP Butik emas cabang Surabaya agar di usut sampe ke akar – akarnya karena telah mengakibatkan kerugian negara sebesar 91 miliyar. Bapak Arie Prabowo Arietedjo sebagai Direktur Utama dan Aprilandi Hidayat Setia selaku Direktur Niaga Harus bertanggung jawab terhadap kasus ini.”tutur Fahmi.

Sebagaimana Kita ketahui bersama bahwa kasus ini telah terjadi sejak April 2018 dan sampe sekarang belum di selesaikan, tentu ini akan merusak citra PT. Antam sebagai perusahaan yang berintegritas (Good Corporate Citizen) yang bernaung di bawah BUMN.

“Kita juga akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum lainnya serta melaporkan  ke Pak Presiden untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Kita tidak ingin kekayaan negara hanya di kuasai dan di gerogoti oleh mafia – mafia yang berlindung di balik PT. Antam.” tegas Fahmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here