Beranda Olah Raga Diduga PORTURIN Selewengkan Dana Bantuan Olahraga Tunarungu, KOMPORTRI Sambangi Kemenpora

Diduga PORTURIN Selewengkan Dana Bantuan Olahraga Tunarungu, KOMPORTRI Sambangi Kemenpora

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Komite Penyelamat Olahraga Tunarungu Indonesia (Komportri) berunjukrasa di Gedung Kemenpora RI Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Mereka meminta agar kepemimpinan PORTURIN Pusat dan DKI Jakarta di Diskualifikasi atau dilengserkan dan dipidana secara hukum dengan pertimbangan bahwa kedua orang tersebut telah memproklamirkan sebagai ketua Organisasi seumur hidup tanpa pernah ada Kongres/Munas PORTURIN, serta telah menggelapkan bantuan dana/pencucian uang secara terang-terangan telah di ketahui oleh masyarakat disabilitas rungu seluruh Indonesia.

“Kami dari Komite Penyelamat Olahraga Tunarungu Indonesia mewakili aspirasi para atlit tunarungu seluruh Indonesia, menyampaikan sikap Menolak Kepemimpinan Harpalis Alwi Selaku Ketua Umum Porturin Pusat, karena sejak Porturin berdiri hingga sekarang tidak pernah menyelenggarakan Kongres Porturin atau Munas Porturin, sehingga masa kepemimpinan Harpalis Alwi sudah lebih dari 25 tahun tanpa pernah diganti atau menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.”kata Koordinator aksi, Syamsul Purnama

Menurut dia, Selama masa kepemimpinannya telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan penggelapan bantuan dana yang telah diterimanya dari Kemenpora (137 jt), Gubernur DKI Jakarta (50 jt), Gubernur Jawa Barat (60 jt), KONI Pusat serta perlengkapan kontingen (untuk 40 atlit), tetapi para atlit yang berjumlah 40 orang tidak jadi diberangkatkan ke Taiwan.

“Ini terjadi pada tahun 2000. Dan harus diusut ke mana dana yang telah diterimanya???,”tegas Syamsul

Meski demikian, Para atlit tunarungu yang tidak jadi diberangkatkan ke Taiwan pada tahun 2000 justru sudah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bukti fisik berupa transfer dana dari Kemenpora ke PORTURIN Pusat dan barang-barang perlengkapan kontingen yang sudah diterimanya. Tetapi Harpalis bersikukuh menyatakan belum menerima bantuan, padahal ada bukti tanda tangannya di KONI Pusat.

Oleh Karena itu, terkait point di atas, para atlit tersebut melakukan demonstrasi pada saat KONI Pusat sedang melakukan RAPARNAS KONI.

Tidak hanya itu, Selama masa kepemimpinannya Harpalis tidak pernah melakukan program pembinaan atlit-atlit tunarungu Indonesia, karena yang dipikirkannya hanyalah uang yang akan dikorupsinya selama kurun waktu lebih dari 25 tahun.

“Bukti-bukti dapat diusut dari kucuran bantuan dana dari instansi pemerintah pusat dan daerah untuk PORTURIN Pusat dalam kurun waktu 25 tahun, lalu laporannya selalu direkayasa,”bebernya

Dikatakan Syamsul, selama masa kepemimpinannya PORTURIN Pusat hanya memiliki PORTURIN di tingkat propinsi berjumlah 6, padahal propinsi di Indonesia berjumlah 34. Tidak ada program pemerataan pembinaan atlit-atlit tunarungu seluruh Indonesia.

“Kami atas nama para atlit tunarungu Indonesia meminta agar Harpalis Alwi dipidanakan secara hukum atas penyalahgunaan jabatan dan penggelapan bantuan dana selama kurun waktu lebih dari 25 tahun kepemimpinannya tanpa pernah ada penyelenggaraan Kongres atau Munas PORTURIN,”harap dia.

Selain itu, Kami juga mewakili para atlit tunarungu DKI Jakarta menyampaikan protes keras atas perbuatan Aris Prawoto, Ketua PORTURIN DKI Jakarta yang berani membuat laporan keuangan palsu kepada Gubernur DKI Jakarta. Sebab, Aris telah menerima bantuan dana sebesar 401 juta rupiah dari Gubernur DKI Jakarta untuk pengiriman atlit futsal tunarungu Indonesia, tapi laporan keuangan tersebut telah dibuat penuh kepalsuan karena tidak sesuai fakta di lapangan.

Apalagi kata Syamsul, bahwa Aris mengaku menerima dana dari Dispora DKI Jakarta dalam bentuk dollar Amerika dan bila dikurs rupiah sama dengan Rp. 300.000.000,-. Padahal laporan keuangan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Gubernur DKI Jakarta adalah Rp. 401.000,000,-. Jadi kekurangan 101 juta ke mana? Ini yang harus diusut! Maka Aris dengan kelicikannya membuat laporan pertanggungjawaban yang penuh rekayasa sedemikian rupa sebesar 401 juta rupiah.

“Ada sebagian dana dari Gubernur DKI Jakarta telah digunakan untuk plesir para pengurus PORTURIN Pusat untuk jalan-jalan di kota Bangkok dari awal hingga selesainya jadwal pertandingan futsal selama satu minggu.”katanya

Di Ungkapkan Syamsul bahwa Aris Prawoto juga mengikuti jejak ketua PORTURIN DKI Jakarta dengan memperlama masa jabatannya. Dan untuk menutupi perbuatan korupsinya, maka Aris telah memasang para guru SLB-B se-DKI Jakarta, agar aroma korupsinya jangan sampai diketahui para penyandang disabilitas rungu. Dalam kepengurusan PORTURIN DKI Jakarta hanya ada 2 orang tunarungu yaitu Aris P., selaku Ketua PORTURIN DKI Jakarta dan Yuli sebagai sekretaris, lalu selebihnya dijabat oleh para pendengar, dalam hal ini guru-guru SLB-B DKI Jakarta.

Hari ini PORTURIN mengirim tim bulutangkis tunarungu ke Taiwan, dan hal itu harus dicegah dan dicekal demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab kata dia, Pengiriman atlit tersebut yang mewakili Indonesia dalam event lnternasional yang seluruh atlit tunarungu berasal dari satu daerah yaitu DKI Jakarta. Lagi pula menggunakan kostum berlambang Jaya Raya saja, seolah-olah hanya atlit bulutangkis tunarungu hanya terdapat di Jakarta saja. Padalah daerah-daerah Iain memiliki atlit-atlit bulutangkis yang tidak kalah hebatnya.

Karena itu, Pengiriman tim atlit bulutangkis tunarungu yang berasal dari satu daerah DKI Jakarta telah membuat kecemburuan dan kemarahan atlit-atlit bulutangkis tunarungu daerah lain dan tidak melakukan program seleksi untuk diambil atlit bulutangkis yang terbaik mewakili Indonesia dalam event Internasional.

“Pengiriman secara sepihak telah menimbulkan gelombang protes dari atlit-atlit bulutangkis tunarungu beberapa daerah,”katanya

Oleh karena itu kami KOMPORTRI yang mengatasnamakan beberapa atlit dari daerah-daerah menuntut agar KEMENPORA MEMBATALKAN pengiriman atlit bulutangkis tunarungu daerah DKI Jakarta demi menjaga persatuan dan kesatuan tunarungu seluruh Indonesia. Karena pengiriman atlit bulutangkis tunarungu berasal dari satu daerah DKI Jakarta dinilai tidak sah dan bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan).

Harpalis Alwi sebagai Ketua Umum PORTURIN Pusat dinilai telah gagal melakukan program pembinaan atlit-atlit tunarungu beberapa daerah secara merata.

“Harpalis Alwi hanya mencari keuntungan finansial saja tanpa memperhitungkan prestasi para atlit tunarungu di beberapa daerah di Indonesia, dan kami menuntut agar Harpalis Alwi, ketua umum PORTURIN Pusat dan Aris Prawoto, ketua PORTURIN DKI Jakarta ditangkap untuk diusut dan diproses di pengadilan dan dipidanakan secara hukum karena telah memangku jabatan dalam masa lebih dari 25 tahun tanpa ada penyelenggaraan Munas PORTURIN.”tutur Syamsul.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here