Beranda Hukum Diduga Kasus Victor di SP3, MaDar LPI Sambangi Bareskrim Polri

Diduga Kasus Victor di SP3, MaDar LPI Sambangi Bareskrim Polri

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Ratusan massa dari Markas Daerah Laskar Pembela Islam (MaDar LPI) gelar aksi unjuk rasa di Kantor Bareskrim Polri (Gd. Kementerian KKP) Jalan Merdeka Timur Jakarta pusat, Jumat (24/11). Terkait penghentian penyidikan dugaan kasus ujaran kebencian yang melibatkan Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat.

Koordinator aksi M. Subhan menyatakan Sikap ;
Pertama, Kapolri untuk memerintahkan kepada Kabareskrim untuk terus memproses perkara tersebut hingga dapat dilanjutkan ke proses persidangan.

Kedua, Segera menetapkan Viktor B Laskodat sebagai tersangka.

Ketiga, Menolak segala bentuk intervensi dari pihak partai politik yang melindungi pelaku kejahatan tersebut.

Keempat, Tindakan kriminal berupa ujaran kebencian serta hasutan untuk melakukan tindakan pembunuhan tentulah tidak dapat dikategorikan sebagai pelaksanaan tugas sebagai anggota DPR yang memiliki imunitas, sebab hasutan untuk melakukan kejahatan kemanusiaan adalah jelas jelas merupakan the most serious crime yang harus dihukum penjara.

Sementara perwakilan aksi pimpin Uztd Slamet ma’arif di temui oleh Kasubdit 2 Harda (KBP Dani) di ruang SPKT Bareskrim Mabes Polri.

Dalam pertemuan tersebut, Slamet Ma’arif, menanyakan perkembangan kasus viktor terkait pelecehan terhadap umat Islam. Kenapa terkesan lambat?

Sambung dia, apakah benar bahwa pihak kepolisian ingin meng SP 3 kasus viktor tersebut ?

“kami melihat bahwa ada berita di media yang tertulis bahwa kasus Viktor di SP 3 padahal pernyataan Viktor sudah jelas-jelas menistakan agama Islam dan sudah jelas unsur-unsurnya.

Oleh karena itu kami meminta pihak Bareskrim Mabes Polri untuk tetap melanjutkan kasus Viktor yang jelas-jelas menistakan agama islam.

Menurut Kasubdit 2 Harda, KBP Dani Kustoni, menjelaskan bahwa, mengenai kasus Victor sampai saat ini masih terus berlanjut.

“terkait adanya statmen adanya SP 3 itu tidak pernah terjadi dan tidak ada pernyataan seperti itu,”tegas Dani.

Selain itu, kami sudah memeriksa 22 saksi terkait kasus pernyataan dari victor dan masih berjalan.

“Victor sampai saat ini belum di panggil karena berhubung beliau adalah anggota DPR dan harus sesuai dengan prosedur.” terangnya.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here