Beranda Nasional Dengan Adanya Medsos Reputasi FPI Semakin Jelas Sebagai Ormas Terdepan Dalam Menjaga...

Dengan Adanya Medsos Reputasi FPI Semakin Jelas Sebagai Ormas Terdepan Dalam Menjaga NKRI

0
BERBAGI



RadarKotaNews – Tokoh FPI, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin bersyukur dengan adanya media sosial (medsos), reputasi Front Pembela Islam (FPI) semakin jelas, yakni sebagai ormas terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajah asing dan aseng gaya baru.

“Lahirnya media sosial semakin jelas reputasi FPI yang terdepan dalam mengawal bangsa ini untuk membangun moral bangsa. Dengan hadirnya medsos, kebenaran akhirnya sampai, apa yang selama ini FPI perjuangkan adalah menjaga kedaulatan RI dari penjajahan asing dan aseng gaya baru,” kata Novel.

Mantan sekretaris majelis syuro DPD FPI DKI Jakarta ini juga menyebut bahwa FPI terdepan dalam melawan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Melawan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila yaitu komunisme yang saat ini mendapatkan tempat di rezim ini bahkan bisa menjadi anggota dewan,” kata
Novel saat dikonfirmasi, Sabtu (11/5/19).

Tak hanya itu, Novel juga mengungkapkan peran FPI dalam Aksi Bela Islam 212 pada 2016 lalu yang menuntut pemenjaraan atas mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama. Menurutnya, aksi yang dipimpin oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab telah menghentakkan dunia lantaran dihadiri oleh 7 juta massa

“Yang paling menghentakkan dunia, FPI yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab melakukan Aksi Bela Islam 212 dengan didukung dari ulama se-Indonesia dan juga dari organisasi Islam dan daerah sehingga sampai mengumpulkan massa di 2016 sebanyak 7 juta orang, bahkan 212 tahun 2018 bisa 13 juta,” jelas Jubir Persaudaraan Alumni 212 itu.

“Tak lain tak bukan Aksi Bela Islam melawan penista agama yang mendapat pembelaan dari penguasa. Ketika itu saya orang pertama yang melaporkan Ahok, dan ketika itu saya sebagai sekretaris majelis syuro DPD FPI DKI Jakarta,” tambahnya.

Hal itu disampaikan Novel menanggapi munculnya petisi yang meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak memperpanjang izin FPI yang akan berakhir pada 20 Juni 2019.

Diketahui, dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Seiring akan berakhirnya izin FPI, muncul petisi di change.org yang isinya meminta Kemendagri menyetop izin ormas islam tersebut. Petisi yang berjudul ‘Stop ijin FPI’ dibuat oleh Ira Bisyir pada Selasa (7/5/19).

“Mengingat akan berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan ijin mereka. Karena organisasi tersebut adalah Merupakan kelompok Radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI. Mohon sebar luaskan petisi ini, agar tercipta Indonesia yang aman dan damai,” demikian bunyi petisi itu.(fh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here